Berita

Polri Umumkan Bantuan Pendampingan dan Akses Prioritas BPJS Kesehatan untuk Buruh di Seluruh RS

Advertisement

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk memberikan pelayanan prima bagi buruh, khususnya di sektor kesehatan. Penegasan ini disampaikan saat membuka akses prioritas bagi buruh yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan milik Polri. Pernyataan tersebut disampaikan Jenderal Sigit dalam acara tasyakuran HUT ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Peringatan Hari Pekerja Indonesia 2023 di Pusdiklat KSPSI, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (21/2/2026).

Akses Prioritas BPJS Kesehatan di Fasilitas Polri

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Penasihat KSPSI, Jenderal Sigit secara spesifik menginstruksikan Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana untuk mempermudah akses layanan BPJS Kesehatan bagi para buruh. Ia menekankan bahwa fasilitas ini dibuka karena Polri menganggap buruh sebagai bagian tak terpisahkan dari institusi kepolisian.

“Bagi teman-teman buruh yang butuh layanan BPJS yang mungkin antreannya di tempat lain agak panjang, Polri di semua rumah sakit Polri memberikan akses pelayanan BPJS Kesehatan,” kata Jenderal Sigit dalam sambutannya. Ia menambahkan, “Silakan, karena rekan-rekan buruh adalah keluarga besar Polri.” Kapolri kembali meminta Irjen Asep untuk mengawal pelaksanaan pelayanan tersebut.

Peningkatan Kompetensi dan Pelatihan Vokasi

Selain aspek kesehatan, Jenderal Sigit juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kompetensi buruh di tengah persaingan global yang semakin ketat. Ia berharap Pusdiklat KSPSI dapat menjadi pusat pelatihan yang mencetak tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Bahkan, Kapolri menawarkan fasilitas Sekolah Polisi Negara (SPN) di berbagai daerah untuk digunakan sebagai tempat pelatihan vokasi bagi serikat pekerja. “Polri juga mempersiapkan kalau memang mau digunakan SPN, kalau itu nanti mau dipakai juga untuk bisa dimanfaatkan sehingga kemudian mungkin menjadi lebih dekat, program-program dari perusahaan yang butuh kemampuan teman-teman buruh seperti apa, di situ bisa transfer knowledge,” ucap Jenderal Sigit.

Ia melanjutkan, “Sehingga kemudian rekan-rekan juga siap untuk bersaing dengan buruh di mancanegara. Kita tunjukkan bahwa buruh-buruh Indonesia juga tidak kalah profesional, tidak kalah tangguh dan tidak kalah hebat dengan buruh-buruh di luar.”

Komitmen Polri Mengawal Hak Buruh

Lebih lanjut, Jenderal Sigit memastikan bahwa Polri akan selalu hadir mendukung perjuangan buruh dalam mendapatkan hak-haknya sesuai koridor aturan yang berlaku. Ia menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif.

Advertisement

“Polri tetap terus akan mengawal apapun aspirasi dari rekan-rekan buruh dalam memperjuangkan haknya, namun tentu melalui koridor aturan yang benar demi menjaga iklim investasi,” imbuhnya.

KSPSI Tegaskan Sikap Kritis dan Dialogis

Di sisi lain, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan komitmennya untuk terus menjaga soliditas dan solidaritas organisasi dalam memperjuangkan hak-hak buruh Indonesia. Ia menyampaikan terima kasih atas militansi dan kesetiaan anggota.

“Saya mengucapkan terima kasih atas militansi dan kesetiaan kawan-kawan semua. Kita sudah 53 tahun berdiri, dan harus tetap bersemangat menjaga soliditas serta solidaritas,” kata Andi Gani.

Dia memastikan KSPSI akan tetap mengedepankan sikap kritis tetapi dialogis terhadap pemerintah. Menurutnya, kedekatan dengan Presiden, Polri, maupun para menteri tidak akan menghilangkan semangat untuk tetap menyuarakan aspirasi pekerja. “Kami akan tetap kritis. Dekat dengan Presiden, dekat dengan Polri, dekat dengan menteri, tetapi kami mengedepankan dialog,” tegasnya.

Informasi lengkap mengenai komitmen Polri dan pernyataan KSPSI ini disampaikan melalui sambutan resmi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea pada acara tasyakuran HUT ke-53 KSPSI.

Advertisement