Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, PowerLight Technologies, mengembangkan sistem transmisi daya berbasis laser yang memungkinkan pesawat tanpa awak atau drone terbang nyaris tanpa henti. Teknologi inovatif ini dirancang untuk mengisi ulang baterai drone secara langsung saat masih berada di udara tanpa perlu melakukan pendaratan.
Mekanisme Pengisian Daya Berbasis Laser di Udara
Sistem pengisian daya ini terdiri dari pemancar laser yang ditempatkan di darat dan modul penerima (receiver) yang dipasang pada unit drone. Perangkat lunak khusus pada pemancar berfungsi untuk mengunci target dan melacak pergerakan drone secara presisi, sehingga proses pengiriman energi tetap stabil meskipun drone terus bergerak aktif.
Teknologi tersebut didukung oleh perangkat keras berdaya besar yang mampu mentransmisikan energi hingga skala kilowatt. Kapasitas ini tergolong sangat tinggi dibandingkan laser penelitian pada umumnya yang hanya beroperasi dalam skala miliwatt. Pemancar PowerLight dilaporkan mampu beroperasi hingga ketinggian 5.000 kaki atau sekitar 1.500 meter.
Spesifikasi Teknis dan Komunikasi Dua Arah
Modul penerima yang dipasang pada drone memiliki bobot sekitar 2,7 kilogram. Komponen ini bertugas menangkap energi laser dan mengonversinya menjadi listrik menggunakan konverter khusus, dengan mekanisme yang serupa dengan cara kerja panel surya dalam mengubah cahaya menjadi energi.
Selain menyalurkan daya, sistem ini juga mendukung pertukaran data dua arah melalui sinyal optik. Perangkat lunak pada pemancar dapat terhubung ke sistem drone untuk memantau telemetri secara real-time, termasuk posisi, kecepatan, arah, hingga kondisi kesehatan baterai.
“Kami sedang membangun kemampuan jaringan energi cerdas. Pemancar kami berkomunikasi dengan UAS, melacak kecepatan dan vektornya, lalu mengirimkan energi secara presisi,” ujar Tom Nugent, Chief Technology Officer sekaligus salah satu pendiri PowerLight.
Kolaborasi dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat
Pengembangan sistem transmisi daya ini dilakukan melalui kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD). Ke depan, teknologi ini akan diintegrasikan ke dalam drone jarak jauh K1000ULE buatan Kraus Hamdani Aerospace yang dirancang untuk misi berdurasi panjang bagi Angkatan Laut dan Angkatan Darat AS.
Meskipun pengujian komponen pemancar dan penerima telah dinyatakan sukses, uji terbang penuh untuk sistem terintegrasi ini baru akan dijadwalkan dalam waktu dekat. Berikut adalah perbandingan jangkauan operasional sistem laser terhadap jenis drone lainnya:
| Jenis Perangkat | Ketinggian Operasional (Meter) |
| Pemancar PowerLight | Hingga 1.500 meter |
| Drone Militer RQ-11B Raven | 46 – 305 meter |
| Drone Militer Ukuran Besar | Hingga 18.288 meter |
Informasi lengkap mengenai pengembangan teknologi pengisian daya drone berbasis laser ini disampaikan melalui laporan resmi PowerLight Technologies dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
