Teknologi

Prediksi Analis: Harga Bitcoin Berpotensi Turun ke 50.000-an Dollar AS, Fase Terburuk Belum Lewat

Sejumlah analis pasar memperingatkan bahwa tekanan terhadap harga mata uang kripto Bitcoin belum berakhir. Tren pergerakan Bitcoin dinilai masih cenderung melemah atau fase bearish, dengan potensi penurunan ke level 50.000-an dollar AS atau sekitar Rp 838,5 juta dalam beberapa waktu ke depan.

Kondisi ini terjadi setelah Bitcoin mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) di level 126.000 dollar AS (sekitar Rp 2,1 miliar) pada Oktober 2025. Namun, memasuki akhir Januari 2026, harganya merosot ke kisaran 80.000 dollar AS (sekitar Rp 1,34 miliar), dan kembali tertekan hingga menyentuh area 72.000 dollar AS (sekitar Rp 1,2 miliar) pada sesi perdagangan Selasa (3/2/2026) waktu AS.

Prediksi Analis Mengenai Penurunan Harga Bitcoin

Analis pasar Eric Crown menilai penurunan ini belum selesai. Ia memperkirakan Bitcoin masih bisa turun ke kisaran 55.000 dollar AS hingga 60.000 dollar AS (sekitar Rp 922,5 juta hingga Rp 1 miliar) sebelum menemukan titik stabil.

Menurut Crown, pelemahan ini masih tergolong wajar jika dilihat dari siklus besar Bitcoin, yang merujuk pada pola pergerakan harga berulang setiap beberapa tahun, dipengaruhi oleh peristiwa halving, fase euforia pasar, dan koreksi tajam.

Pandangan serupa disampaikan Head of Research Galaxy Digital, Alex Thorn. Ia menyoroti data historis yang menunjukkan bahwa koreksi sering kali berlanjut hingga mendekati 50 persen ketika Bitcoin sudah turun lebih dari 40 persen dari puncak harga tertingginya.

Saat ini, harga BTC anjlok hampir 38 persen dari puncak tertingginya di atas 126.000 dollar AS. Jika menilik riwayat sebelumnya, penurunan 50 persen dari rekor 126.000 dollar AS akan membawa harga Bitcoin ke area sekitar 58.000 dollar AS atau hampir Rp 972,6 juta.

Meski demikian, level 55.000 dollar AS hingga 60.000 dollar AS justru dianggap sebagian pelaku pasar sebagai zona akumulasi, yakni level harga yang menarik untuk membeli secara bertahap bagi investor jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, pasar kripto diperkirakan masih akan bergerak sangat volatil.

Tiga Faktor Utama Pemicu Anjloknya Harga Bitcoin

Penurunan harga aset kripto yang diciptakan Satoshi Nakamoto pada 2009 ini disebabkan oleh setidaknya tiga faktor utama:

1. Penguatan Dollar AS dan Kebijakan Moneter Ketat

Tekanan utama datang dari penguatan signifikan dollar AS, dipicu oleh ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang makin ketat. Hal ini terutama setelah Kevin Warsh dinominasikan sebagai calon Ketua The Fed (bank sentral AS) berikutnya oleh Presiden AS Donald Trump pada Jumat (30/1/2026).

Menurut pendiri 10x Research, Markus Thielen, arah kebijakan yang dibawa Warsh berpotensi menjadi kabar buruk bagi kripto karena menekankan disiplin moneter, suku bunga riil yang lebih tinggi, serta pengetatan likuiditas. Suku bunga riil tinggi membuat dollar AS lebih menarik, sehingga investor memindahkan dana ke instrumen yang lebih aman seperti dollar atau obligasi AS.

2. Regulasi Kripto AS yang Tertunda

Faktor kedua adalah molornya kepastian regulasi kripto di AS. Harapan pasar terhadap aturan yang lebih jelas kembali tertunda, membuat banyak pemain besar memilih bersikap defensif dan menahan diri untuk makin terjun ke aset kripto.

3. Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah

Tekanan terhadap harga Bitcoin makin diperparah oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ini terjadi setelah kepala militer Iran melontarkan peringatan soal kemungkinan serangan terhadap Israel, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan opsi aksi militer terhadap Iran.

Situasi ini diperburuk oleh laporan pergerakan militer Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Dalam kondisi geopolitik yang tidak pasti, investor global cenderung masuk ke mode defensif, mengalihkan dana dari aset berisiko tinggi seperti kripto ke instrumen yang lebih aman dan stabil, seperti uang tunai, obligasi pemerintah, serta logam mulia.

Informasi mengenai analisis dan faktor-faktor pemicu anjloknya harga Bitcoin ini dihimpun dari berbagai sumber, termasuk Decrypt dan Fast Company.