Presiden Prabowo Subianto menggelar Nuzulul Quran tingkat kenegaraan tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/3/2026). Kepala Negara turut memberikan arahan dalam acara peringatan peristiwa turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril tersebut.
Peringatan Nuzulul Quran Dihadiri Berbagai Kalangan
Acara diawali dengan laporan dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada Presiden Prabowo. Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan ini diikuti oleh 278 orang.
“Yang terdiri dari para menteri di bawah koordinasi Kemenko PMK, ormas Islam, perguruan tinggi, forkompimda, tokoh agama, dan sejumlah anak yatim,” kata Nasaruddin pada Selasa (10/3/2026).
Hikmah Al-Quran dan Doa untuk Kepemimpinan
Setelah laporan Menag, acara dilanjutkan dengan penyampaian hikmah dan pembacaan doa oleh tokoh agama sekaligus ahli tafsir (mufassir) Quraish Shihab. Dalam hikmahnya, Quraish Shihab menjelaskan bahwa Al-Quran dari segi bahasa berarti bacaan yang sempurna.
Ia membuktikan kesempurnaan Al-Quran dalam banyak hal, termasuk diatur tata cara membacanya sehingga melahirkan disiplin ilmu tajwid. Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini dibaca oleh mereka yang mengerti artinya maupun yang tidak mengerti. Quraish Shihab juga sempat mendoakan Presiden Prabowo agar mampu memimpin negeri.
Prabowo Soroti Keadilan dan Takdir Kepemimpinan
Selanjutnya, Presiden Prabowo menyampaikan arahannya. Kepala Negara menyatakan bahwa Nuzulul Quran adalah kesempatan bagi setiap individu untuk memahami dan meresapi arti dari ajaran yang terkandung dalam Al-Quran.
Prabowo menyampaikan terima kasih kepada para tokoh agama yang hadir, termasuk Quraish Shihab yang telah memberikan hikmah. Ia mengaku, hikmah tentang keadilan yang disampaikan Quraish Shihab sangat berarti bagi dirinya, begitu pula tentang takdir pemimpin yang dipercaya oleh bangsa dan rakyat.
“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa, dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Dan kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin,” ujar Prabowo.
Informasi lengkap mengenai peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Presiden Prabowo Subianto dan laporan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang dirilis pada Selasa, 10 Maret 2026.
