Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa harga pangan dapat terpengaruh oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat meresmikan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco di Aceh pada Senin, 9 Maret 2026.
Dampak Konflik Global dan Kenaikan BBM
Prabowo menyoroti bahwa di tengah situasi perang yang melanda berbagai wilayah dan lonjakan harga BBM, Indonesia patut bersyukur. Kenaikan harga BBM ini berpotensi memengaruhi stabilitas harga pangan di tingkat nasional.
“Dalam keadaan perang di mana-mana, dalam keadaan harga BBM menjulang sangat tinggi yang bisa mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur bahwa kita swasembada hampir kita capai swasembada pangan,” ujar Prabowo.
Capaian Swasembada Pangan Indonesia
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras, yang merupakan makanan pokok utama rakyat. Pencapaian ini merupakan hasil perjuangan bertahun-tahun untuk mewujudkan kemandirian pangan.
Dia juga memastikan bahwa dalam waktu dekat, Indonesia akan mampu memenuhi kebutuhan proteinnya sendiri. “Apapun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan,” ucapnya.
Visi Swasembada Energi Nasional
Selain pangan, Prabowo juga mengungkapkan perjuangannya untuk mencapai swasembada energi. Ia memiliki visi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor BBM dari luar negeri di masa mendatang.
“Kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu,” imbuh Prabowo, merujuk pada potensi sumber energi nabati.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Presiden RI Prabowo Subianto yang dirilis pada 9 Maret 2026.
