Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mendesak Netflix untuk segera memecat salah satu anggota dewan direksinya, Susan Rice. Permintaan ini disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social miliknya, disertai peringatan bahwa Netflix akan “membayar konsekuensinya” jika tidak segera mengambil tindakan.
Latar Belakang Desakan Trump
Desakan Trump muncul setelah Susan Rice melontarkan komentar dalam sebuah siniar (podcast). Dalam obrolan tersebut, Rice menyebut bahwa perusahaan, organisasi berita, dan firma hukum yang dinilai terlalu mengikuti atau “menunduk” pada Trump bisa menghadapi konsekuensi politik jika Partai Demokrat kembali berkuasa.
Kepada Preet Bharara, mantan jaksa federal AS untuk Distrik Selatan New York, Rice mengindikasikan kemungkinan perubahan arah politik. Menurutnya, pihak-pihak yang saat ini dianggap terlalu akomodatif terhadap Trump bisa berada dalam posisi sulit jika kubu Demokrat memenangkan pemilu.
Rice juga memperingatkan bahwa jika perusahaan-perusahaan tersebut mengira Partai Demokrat akan kembali berkuasa dan memaafkan begitu saja berbagai keputusan, termasuk pemecatan karyawan atau kebijakan yang dinilai melanggar prinsip dan hukum, maka mereka keliru. Ia menegaskan akan ada pertanggungjawaban atas tindakan yang diambil saat ini.
Profil Susan Rice dan Pernyataan Trump
Susan Rice merupakan anggota Partai Demokrat yang pernah menjabat sebagai Duta Besar AS untuk PBB di bawah Presiden Barack Obama dan pejabat tinggi kebijakan dalam negeri di era Presiden Joe Biden. Ia bergabung dengan dewan direksi Netflix pada 2018 hingga 2021, lalu kembali pada 2023 hingga saat ini.
Tak lama setelah komentar Rice, Presiden Trump, yang berasal dari Partai Republik dan kembali terpilih sebagai Presiden AS ke-47 untuk masa jabatan 2025-2029, menulis cuitan di Truth Social. Ia menyebut Rice sebagai sosok yang rasis dan terobsesi menyerangnya secara politik.
Trump menilai Rice tidak memiliki bakat maupun kemampuan, dan menyebutnya semata-mata sebagai figur politik. Ia menegaskan bahwa pengaruh Rice sudah hilang dan tidak akan kembali, serta mempertanyakan berapa besar bayaran yang diterima Rice dan untuk pekerjaan apa.
Berikut cuitan lengkap Presiden Trump di Truth Social:
“Netflix harus segera memecat Susan Rice yang rasis dan terobsesi pada Trump, SEGERA, atau menanggung konsekuensinya. Dia tidak punya bakat atau kemampuan, murni kaki tangan politik! KEKUASAANNYA SUDAH HILANG, DAN TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI. Berapa banyak dia dibayar, dan untuk apa??? Terima kasih atas perhatian Anda untuk hal ini. Presiden DJT.”
Kaitan dengan Akuisisi Netflix-Warner Bros Discovery
Dalam unggahannya, Trump menyertakan tangkapan layar dari aktivis sayap kanan dan sekutu Trump, Laura Loomer, yang mengatakan bahwa pernyataan Rice “anti-Amerika” dan mendesak presiden untuk “menghentikan merger Netflix-Warner Bros sekarang juga.”
Hal ini menguatkan penilaian bahwa tekanan terhadap Netflix tidak terlepas dari proses akuisisi besar terhadap bisnis studio dan streaming milik Warner Bros Discovery (WBD). Rencana akuisisi yang diumumkan pada awal Desember 2025 itu diketahui bernilai 72 miliar dollar AS atau setara Rp 1.211,4 triliun.
Proses akuisisi tersebut kini tengah ditinjau oleh Departemen Kehakiman AS untuk memastikan tidak melanggar aturan persaingan usaha atau tidak monopoli. Dengan akuisisi ini, Netflix akan memiliki akses ke semua layanan WBD, termasuk HBO dan HBO Max, serta banyak katalog waralaba populer dan ikonik seperti DC Universe, Harry Potter, dan Game of Thrones.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa Departemen Kehakiman akan menangani peninjauan akuisisi Netflix terhadap Warner Bros Discovery tersebut, meski ia juga sempat menyiratkan akan “ikut campur” dalam prosesnya. Hingga kini, Netflix belum memberikan komentar resmi atas pernyataan Trump. Namun, perusahaan sebelumnya menegaskan bahwa mereka beroperasi di pasar yang sangat kompetitif dan siap bekerja sama dengan regulator.
Informasi lengkap mengenai isu ini dihimpun dari KompasTekno yang merujuk pada laporan CNBC.
