Sepak Bola

Prinsip Julian Alvarez: Alasan Striker Atletico Madrid Ini Tetap Tanpa Tato di Tengah Budaya Argentina

Advertisement

Julian Alvarez menjadi sorotan sebagai satu-satunya penggawa Tim Nasional Argentina yang tidak memiliki tato pada tubuhnya. Penyerang Atletico Madrid tersebut tetap memegang teguh prinsip pribadinya di tengah budaya tato yang sangat kental di kalangan pesepak bola maupun masyarakat Argentina pada umumnya.

Prestasi Gemilang di Level Klub dan Timnas

Julian Alvarez dikenal sebagai pemain dengan koleksi trofi yang sangat lengkap di usia muda. Ia sukses membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 serta dua gelar Copa America. Di level klub, Alvarez telah memenangi seluruh gelar bergengsi saat berseragam Manchester City sebelum akhirnya memutuskan untuk bertualang ke Spanyol bersama Atletico Madrid sejak tahun 2024.

Alasan di Balik Kulit Tanpa Tato

Mengutip wawancara dengan L’Equipe, Alvarez mengakui fakta bahwa dirinya adalah satu-satunya pemain di skuad Albiceleste yang tidak memiliki rajahan seni di kulitnya. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan bertujuan untuk tampil berbeda, melainkan murni karena prinsip yang ia pegang sejak kecil berdasarkan didikan orang tuanya.

“Ada rekan saya bilang bahwa saya adalah satu-satunya pemain tanpa tato. Saya tidak melakukannya untuk menjadi berbeda. Ketika saya masih muda, ayah saya biasa mengatakan kepada kami, ‘Tidak boleh bertato, tidak boleh merokok, tidak boleh minum alkohol.’ Sebagai orang dewasa, setiap orang membuat pilihannya sendiri, tetapi saya hanya tidak merasa perlu melakukannya,” ungkap Alvarez.

Advertisement

Konteks Budaya dan Nilai Pasar

Pilihan Alvarez tergolong unik mengingat data dari Tatuantes menunjukkan sekitar 60 persen penduduk Argentina memiliki setidaknya satu tato, yang menempatkan negara tersebut dengan jumlah pemilik tato terbanyak di dunia. Meski tidak mengikuti tren tersebut, performa Alvarez di lapangan tetap menjadi daya tarik utama bagi klub-klub besar Eropa.

Atletico Madrid memboyong Julian Alvarez dari Manchester City pada musim panas 2024 dengan nilai transfer mencapai 75 juta Euro atau setara Rp 1,5 triliun. Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar sang pemain kini menyentuh angka 100 juta Euro. Meski santer dikabarkan menjadi incaran tim besar lainnya, pihak Los Rojiblancos dilaporkan belum memiliki rencana untuk melepas striker yang telah mengoleksi 40 gol dari 89 penampilan tersebut.

Informasi mengenai prinsip pribadi dan karier Julian Alvarez ini dihimpun berdasarkan pernyataan resmi sang pemain kepada media serta data performa dari saluran olahraga resmi pada Kamis, 12 Februari 2026.

Advertisement