Edukasi

Putra Papua Billy Mambrasar Ungkap Alasan Berhenti dari Beasiswa Doktoral LPDP, Biayai Studi Mandiri

Advertisement

Billy Mambrasar, seorang putra Papua yang dikenal sebagai pendiri Yayasan Kitong Bisa dan mantan Staf Khusus Presiden Joko Widodo, memutuskan untuk mengundurkan diri dari program beasiswa doktoral (S3) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Keputusan pengunduran diri ini efektif pada tahun 2025, dengan penghentian penerimaan dana LPDP sejak tahun 2024. Langkah ini diambil Billy untuk memberikan kesempatan beasiswa kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan.

“Pendidikan telah mengubah hidup saya dan keluarga saya. Karena itu, saya ingin kesempatan yang sama dapat dinikmati oleh anak-anak bangsa lain yang sedang merajut mimpinya,” ujar Billy Mambrasar dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 25 Februari 2026.

Latar Belakang Keputusan Mundur dari Beasiswa LPDP

Billy menjelaskan bahwa keputusan ini bukanlah hal yang mudah, melainkan hasil dari refleksi panjang atas perjalanan hidupnya sebagai anak Papua yang berasal dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia mengaku sering membantu ibunya berjualan di pasar demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Perjalanan pendidikannya banyak didukung oleh beasiswa. Billy menerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Papua saat SMA, kemudian melanjutkan studi di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui beasiswa afirmasi dan Otonomi Khusus (Otsus). Setelah lulus dari ITB, ia melanjutkan pendidikan magister di program Human Development and Psychology di Harvard University dengan dukungan Tanoto Foundation, menjadikannya putra Papua pertama yang lulus dari universitas tersebut.

Berdasarkan pengalaman hidupnya, Billy semakin meyakini bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk mengubah nasib dan mengangkat derajat ekonomi keluarga. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk memberikan kesempatan beasiswa LPDP kepada pihak lain.

Komitmen Berkelanjutan untuk Indonesia

Meskipun mengundurkan diri dari beasiswa LPDP, Billy Mambrasar memastikan akan tetap melanjutkan studi doktoralnya di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, dengan pembiayaan mandiri tanpa membebani anggaran negara. Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap tinggal di Indonesia dan terus berkontribusi.

Advertisement

Kontribusi tersebut akan diwujudkan melalui berbagai peran dan karya, termasuk kerja-kerja sosial di Yayasan Kitong Bisa yang fokus pada pendampingan pendidikan bagi anak-anak Papua kurang mampu. Selain itu, ia juga aktif dalam inisiatif gerakan lingkungan hidup melalui The Containder, pengabdian di pemerintahan, serta aktivitas akademik sebagai peneliti ekonomi di Pusat Kajian Daya Saing ASEAN Politeknik Negeri Batam.

Billy turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas kesempatan yang pernah diterimanya melalui program LPDP. Ia menegaskan bahwa kecintaannya kepada Indonesia tetap utuh, terlepas dari berbagai tantangan dan dinamika yang pernah dihadapi sebagai anak Papua.

“Saya berjanji akan terus berkarya untuk negara ini. Walaupun sebagai anak Papua saya punya banyak alasan untuk mungkin kecewa, tetapi saya tetap memilih untuk cinta kepada Indonesia,” pungkas Billy Mambrasar.

Informasi lengkap mengenai keputusan Billy Mambrasar ini disampaikan melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.

Advertisement