Tokoh agama sekaligus ahli tafsir terkemuka, Quraish Shihab, membeberkan kesempurnaan isi Al-Qur’an sebagai firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pernyataan ini disampaikan dalam momen acara Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan tahun 1447 H/2026 M yang berlangsung di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/3/2026).
Kesempurnaan Al-Qur’an Menurut Quraish Shihab
Dalam ceramahnya, Quraish Shihab menjelaskan bahwa Al-Qur’an, secara bahasa, berarti bacaan yang sempurna. Ia menegaskan bahwa kesempurnaan kitab suci ini dibuktikan dalam berbagai aspek, termasuk tata cara membacanya yang melahirkan disiplin ilmu tajwid.
“Al-Qur’an dari segi bahasa berarti bacaan sempurna. Kesempurnaan Al-Qur’an dibuktikan dalam banyak hal antara lain diatur tata cara membacanya sehingga lahir disiplin ilmu yang bernama ilmu tajwid,” kata Quraish Shihab di Istana Negara, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an dibaca oleh mereka yang memahami artinya maupun yang tidak, menunjukkan universalitas dan kemudahannya diakses.
Keseimbangan Kata yang Mencengangkan
Quraish Shihab juga menyoroti keseimbangan luar biasa dalam penggunaan kata-kata di Al-Qur’an. Ia memberikan contoh frekuensi kata ‘yaum’ (hari) yang berulang sebanyak 365 kali, sama dengan jumlah hari dalam setahun. Sementara itu, kata ‘bulan’ hanya terulang 12 kali, dan ‘hari-hari’ dalam bentuk jamak terulang 30 kali.
“Kata yaum (hari) berulang 365 kali, sama dengan setahun. Bulan hanya terulang 12 kali. Hari-hari dalam bentuk jamak hanya terulang 30 kali, padahal Al-Qur’an seringkali turun mendadak tanpa Nabi menantinya,” ujar Quraish.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kata-kata yang berlawanan atau antonim juga memiliki jumlah yang seimbang dalam Al-Qur’an. Contohnya, jumlah kata ‘panas’ sama dengan ‘dingin’, ‘iman’ sama dengan ‘kufur’, dan ‘kebajikan’ sama dengan ‘keburukan’.
Tantangan Ilahi dan Bukti Bukan Buatan Manusia
Menurut Quraish Shihab, keseimbangan dan keunikan ini menjadi bukti kuat bahwa Al-Qur’an bukanlah buatan manusia. Ia bahkan menyebutkan tantangan dari Allah SWT bagi siapa saja yang meragukan keaslian Al-Qur’an untuk membuat satu surah saja yang sebanding dengannya.
Tantangan ini diabadikan dalam Surah Al-Baqarah ayat 23-24 dan Al-Isra’ ayat 88. “Seimbang kata-katanya. Panas sama jumlahnya dengan dingin, iman sama jumlahnya dengan kufur, kebajikan sama jumlahnya dengan keburukan. Dampak dari satu kata seimbang pula, banyak sekali bukti-bukti bahwa ini tidak mungkin ciptaan manusia,” tegas Quraish Shihab.
Informasi lengkap mengenai pemaparan kesempurnaan Al-Qur’an ini disampaikan melalui ceramah Quraish Shihab dalam acara Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan yang diselenggarakan di Istana Negara.
