Bocah NS (12) di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia pada Minggu (22/2/2026) malam setelah diduga menjadi korban penganiayaan ibu tirinya. Pihak RSUD Jampangkulon menemukan sejumlah luka di tubuh korban saat pertama kali dibawa ke instalasi gawat darurat.
Penanganan Awal di IGD
Dokter spesialis anak yang menangani korban di RSUD Jampangkulon, Sulaiman Arigayota, menjelaskan bahwa fokus utama tim medis saat NS tiba adalah upaya penyelamatan nyawa melalui penanganan pernapasan intensif.
Menurut dr. Sulaiman, prosedur awal penanganan dimulai dengan penilaian triase untuk menentukan tingkat kegawatdaruratan pasien. “Ya, jadi pasien itu datang memang dibawa oleh keluarganya ke IGD. Saat pertama sekali di IGD, kita itu ada prinsipnya penilaian secara triase,” kata Sulaiman, dilansir dari detikJabar pada Minggu (22/2/2026) malam.
Setelah melewati penilaian triase, pasien kemudian dialihkan ke dokter IGD. Dokter IGD selanjutnya melakukan pemeriksaan anamnesa atau wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pengecekan tanda-tanda vital pasien.
Temuan Luka di Tubuh Korban
Berdasarkan laporan dari pihak keluarga dan hasil pemeriksaan fisik awal yang dilakukan oleh tim medis, ditemukan adanya sebaran luka di berbagai bagian tubuh bocah NS.
Dr. Sulaiman Arigayota merinci jenis-jenis luka yang ditemukan. “Kemudian kami melakukan pemeriksaan dan benar kami menemukan ada beberapa luka. Dan lukanya ini ada beberapa bentuk, mulai dari yang luka lecet, luka lebam, ada luka yang sudah sedikit mengering. Kemudian ada luka yang terkesan melepuh seperti luka bakar,” ujarnya.
Informasi lengkap mengenai kondisi medis bocah NS disampaikan melalui pernyataan resmi dr. Sulaiman Arigayota dari RSUD Jampangkulon yang dirilis pada Minggu (22/2/2026) malam.
