Legenda sepak bola Belanda, Ruud Gullit, secara blak-blakan mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pertandingan Liga Inggris. Ia menyebut duel Arsenal melawan Chelsea pada pekan ke-28 Liga Inggris 2025-2026 di Stadion Emirates, Minggu (1/3/2026), sebagai laga yang “buruk” dan “mengerikan”. Pertandingan yang berakhir 2-1 untuk kemenangan tuan rumah tersebut, seluruh golnya berasal dari skema tendangan penjuru.
Kekecewaan Gullit terhadap Sepak Bola Modern
Mantan pemain Newcastle dan Chelsea itu mengaku belakangan ini sulit menikmati tontonan sepak bola. “Saat ini saya sedikit sekali merasakan kesenangan dalam menonton sepak bola,” ujar Gullit, seperti dilansir dari media Belanda, Voetbal Primeur.
Pria yang semasa bermain pernah membantu AC Milan dua kali menjuarai Piala Champions ini menjelaskan, kekecewaannya bukan semata-mata karena jumlah pertandingan yang terlalu banyak, melainkan karena level permainannya. “Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Saya menonton pertandingan antara Arsenal dan Chelsea. Sungguh pertandingan yang mengerikan. Benar-benar buruk,” tegasnya.
Hilangnya Elemen Fantasi dalam Permainan
Menurut Gullit, sepak bola masa kini telah kehilangan elemen fantasi yang dulu menjadi daya tarik utamanya. Ia mengamati bahwa dua tim yang bertanding seolah hanya sibuk berusaha memaksakan lemparan ke dalam dan tendangan sudut.
“Sangat menyakitkan untuk ditonton,” kata pria yang mengoleksi 66 penampilan bersama Timnas Belanda tersebut. Ia menambahkan, “Saya berharap ini bukan sebuah kecenderungan tertentu, karena sekarang semua orang bugar. Semua orang bisa berlari, tetapi kita merindukan pemain yang mampu melewati lawan.”
Sepak Bola Terasa Kaku dan Terlalu Taktis
Pendekatan yang terlalu hati-hati dan kedisiplinan taktik yang berlebihan membuat sepak bola masa kini terasa kaku bagi Gullit. “Rasanya seperti semua orang duduk dengan komputer dan terus menimbang segalanya satu sama lain,” kata eks pesepak bola yang kini berusia 63 tahun tersebut.
Peraih Ballon d’Or 1987 itu mengungkapkan, “Saya merindukan kesenangan itu. Itu agak disayangkan. Saya sering menonton pertandingan karena saya harus menontonnya, tetapi saya merasa itu semakin kurang menyenangkan.”
Kritik tajam Ruud Gullit ini disampaikan melalui wawancara dengan media Belanda, Voetbal Primeur, yang dirilis setelah pertandingan Liga Inggris pada Minggu, 1 Maret 2026.
