Satgas Makan Bergizi Gratis Cianjur Hentikan Sementara Tiga SPPG Pasca-Dugaan Keracunan 300 Siswa
Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dihentikan sementara operasionalnya. Keputusan ini diambil oleh Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Cianjur menyusul adanya kasus dugaan keracunan yang menimpa sekitar 300 orang siswa penerima manfaat program tersebut.
Penghentian Sementara Tiga SPPG
Wakil Ketua Satgas MBG Cianjur, Arif Purnawan, pada Rabu (28/1/2026), mengonfirmasi bahwa ketiga SPPG yang ditutup berlokasi di tiga kecamatan berbeda. “Tiga mitra penyedia MBG yang ditutup sementara SPPG Sukagalih-Cikalongkulon, Sindangkerta 3 Pagelaran, dan Gandasari-Kadupandak,” kata Arif, seperti dikutip dari Antara.
Arif menjelaskan, penutupan ini akan berlangsung hingga hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur dan BPOM keluar. Pihaknya kini tengah melakukan investigasi mendalam terhadap ketiga SPPG tersebut untuk mencari tahu penyebab pasti insiden.
Investigasi Mendalam dan Prosedur Pengawasan
Investigasi yang dilakukan Satgas MBG Cianjur difokuskan pada pengecekan ulang seluruh proses. Ini mencakup pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga pengepakan makanan yang dibagikan kepada siswa.
Tim teknis dari Dinkes Cianjur juga telah diturunkan untuk mengambil sampel sisa makanan guna pengujian laboratorium. Apabila terbukti ada kelalaian prosedur, pengelola SPPG akan diberikan edukasi sebelum diizinkan kembali beroperasi.
Menurut Arif, sistem pengawasan di setiap dapur MBG selama ini sudah berlapis, melibatkan kepala dapur, ahli gizi, hingga koordinator kecamatan (korcam). Meski demikian, pemeriksaan menyeluruh tetap dilakukan untuk memastikan titik permasalahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kronologi dan Kondisi Siswa Terdampak
Sebelumnya, sekitar 300 siswa penerima manfaat MBG di tiga kecamatan di Cianjur mengalami gejala keracunan. Sebagian besar siswa mengeluh pusing, mual, muntah, dan diare setelah menyantap menu MBG yang dibagikan.
Beberapa siswa bahkan masih merasakan gejala serupa saat pulang sekolah, sehingga harus dibawa ke puskesmas dan rumah sakit setempat. Mereka telah mendapatkan perawatan medis sejak Selasa (27/1/2026) hingga Rabu (28/1/2026) pagi.
Saat ini, sebagian besar siswa yang mengalami keracunan sudah kembali pulang ke rumah setelah dinyatakan pulih. Mereka tetap berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan di pusat layanan kesehatan masyarakat setempat untuk memastikan kondisi mereka stabil.
Informasi lengkap mengenai penghentian sementara SPPG dan investigasi kasus ini disampaikan melalui pernyataan resmi Wakil Ketua Satgas MBG Cianjur yang dirilis pada Rabu, 28 Januari 2026.