Berita

Satgas PRR Pascabencana Sumatera: 2.684,51 Kubik Kayu Hanyut Terkumpul, Sebagian Jadi Material Huntara

Advertisement

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera berhasil mengumpulkan 2.684,51 kubik kayu gelondongan yang hanyut pascabanjir di wilayah tersebut. Sebagian dari kayu-kayu ini dimanfaatkan sebagai material pendukung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak.

Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, menyampaikan progres ini dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3/2026).

Pemanfaatan Kayu Hanyut dan Progres Pembersihan Lumpur

“Data menunjukkan bahwa sekitar 2.684,51 meter kubik kayu hanyut telah berhasil dikumpulkan, yang sebagian dimanfaatkan untuk material pendukung pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak,” kata Amran.

Selain pengumpulan kayu, Satgas PRR juga terus membersihkan lumpur yang menutupi akses jalan dan fasilitas publik di tiga provinsi terdampak: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Hingga Senin (9/3/2026), sebanyak 406 lokasi dari total 508 titik terdampak lumpur telah berhasil dibersihkan. Sementara itu, 102 lokasi lainnya masih dalam tahap penanganan.

“Artinya ini sudah bersih secara total 100 persen, sementara 102 lainnya masih dalam proses penanganan,” beber Amran.

Amran memastikan bahwa lokasi yang masih dalam pembenahan merupakan akses-akses kecil. Jalan nasional dan jalan provinsi yang sebelumnya tertutup lumpur kini telah bersih 100 persen.

Advertisement

Pembersihan lumpur ini merupakan bagian dari tahap rehabilitasi pascabencana, bertujuan memulihkan akses masyarakat dan memastikan fasilitas publik berfungsi normal kembali.

Rincian Progres Pembersihan Lumpur di Tiap Provinsi

Amran memerinci progres pembersihan di masing-masing provinsi:

  • Di Aceh, 366 lokasi dari 455 target telah dibersihkan, dengan 89 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan. Progres pengerjaan bervariasi, mulai dari 80-90 persen hingga di bawah 50 persen.
  • Untuk Sumatera Barat, seluruh 29 lokasi yang menjadi target telah berhasil dibersihkan 100 persen.
  • Sementara di Sumatera Utara, 11 lokasi dari 24 target telah dibersihkan, dan 13 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Ia menambahkan, data yang dihimpun terkait pembersihan lumpur, baik yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) maupun lembaga lain, menunjukkan hasil signifikan. “Misalnya di Aceh Timur, beberapa sekolah itu sudah 100 persen baik di dalam maupun di sekitar lokasi sudah 100 persen,” tandasnya.

Informasi lengkap mengenai progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera ini disampaikan melalui pernyataan resmi Satgas PRR Pascabencana Sumatera yang dirilis pada Senin, 9 Maret 2026.

Advertisement