Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengungkapkan bahwa sebanyak 1.872 kepala keluarga (KK) masih bertahan di tenda pengungsian. Angka ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3/2026) kemarin.
Jumlah Pengungsi dan Harapan Pengurangan
Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, menyatakan harapannya agar jumlah pengungsi dapat terus berkurang signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M. “Secara total saat sekarang ini ada 1.872 KK yang masih ada di tenda pengungsian. Kita berharap bahwa tren ini akan terus berkurang hingga pelaksanaan Idul Fitri yang akan datang,” ujar Amran.
Amran menjelaskan, jumlah 1.872 KK ini sejatinya sudah berkurang dari total pengungsi awal yang mencapai 2.178.269. Dalam dua hari terakhir, tercatat pengurangan sebanyak 428 KK yang telah beralih menempati hunian sementara (huntara) yang disiapkan pemerintah.
Secara spesifik, di Provinsi Sumatera Utara, jumlah pengungsi juga mengalami penurunan. “Dari dua hari yang lalu 201 KK, hari ini tinggal 177 KK, ada pengurangan sebanyak 24 KK,” tambah Amran.
Proses Pemindahan ke Hunian Sementara
Lebih lanjut, Amran menerangkan bahwa proses pemindahan para pengungsi dari tenda ke hunian sementara memerlukan beragam pertimbangan dan masih terus berproses. Pemindahan harus mengikuti tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah sesuai dengan nama yang terdata.
Oleh karena itu, mobilisasi pengungsi membutuhkan waktu dan tidak bisa dipindahkan ke tempat yang tidak ditentukan. “Semuanya sudah ada nama KK yang mana pindah ke Huntara yang mana. Jadi ini tentunya berproses,” tandas Amran.
Informasi lengkap mengenai perkembangan penanganan pascabencana di Sumatera disampaikan melalui pernyataan resmi Satgas PRR Pascabencana Sumatera yang dirilis pada 9 Maret 2026.
