Berita

Sekuriti Gagalkan Aksi Pencurian Motor di Jaktim, Pelaku Ancam Tembak dengan Pistol Sebelum Kabur

Advertisement

Dua pelaku pencurian sepeda motor gagal melancarkan aksinya di Komplek IKIP, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Minggu (22/2/2026) dini hari. Aksi mereka terhenti setelah dipergoki sekuriti komplek dan berakhir dengan penodongan pistol sebelum para pelaku berhasil melarikan diri.

Kronologi Percobaan Pencurian

Pemilik sepeda motor, Muhammad Isan Alfalah, menceritakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, Isan hendak beristirahat ketika istrinya membangunkan dan memberitahu adanya maling.

“Saya sudah sempat mau pulas tidur, istri bangunin ada maling dan melihat sepeda motor saya jatuh, dan ada sekuriti komplek. Saya tanya malingnya kabur ke mana,” kata Isan, seperti dilansir Antara, Senin (23/2/2026).

Aksi kedua pelaku dipergoki oleh sekuriti komplek yang sedang berpatroli. Petugas keamanan sempat mengejar para pelaku, namun mereka kemudian menodongkan pistol untuk mengancam.

Salah satu petugas keamanan bahkan sempat memukul pelaku dengan tongkat. Meski demikian, pelaku tetap berupaya membawa kabur sepeda motor Yamaha N-Max milik Isan.

Para pelaku akhirnya berhasil lolos dengan memanfaatkan celah di samping portal yang sudah ditutup. Mereka menaiki pot tanaman buatan setinggi sekitar 10 sentimeter untuk melarikan diri.

Advertisement

Ancaman Senjata Api dan Upaya Pelarian

Isan mengaku mendengar suara teriakan maling di depan rumahnya dan mendapati sepeda motor Yamaha N-Max miliknya sudah terjatuh. Kedua pelaku terlihat kabur ke arah portal akses keluar komplek.

“Sempat dipantau pakai HT kan kaburnya ke mana. Dia sempat balik ke depan gang komplek sini dan keluar lewat samping portal yang sudah ditutup,” jelas Isan.

Saat berhadapan dengan sekuriti, salah satu pelaku sempat mengancam akan menembak petugas keamanan tersebut dengan senjata api. Beruntung, tidak ada sekuriti yang tertembak dalam insiden ini.

“Alhamdulillah, semua selamat, sepeda motor saya juga selamat. Kalau saya tidak sempat diancam, hanya sekuriti yang dapat ancaman mau ditembak,” terang Isan.

Informasi lengkap mengenai insiden percobaan pencurian ini disampaikan melalui pernyataan Muhammad Isan Alfalah yang dirilis pada Senin (23/2/2026) oleh Antara.

Advertisement