Gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai Sekolah Terintegrasi akan segera diwujudkan dengan penerapan kurikulum kombinasi antara nasional dan internasional. Hal ini diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali, pada Sabtu (28/2/2026).
Kurikulum dan Pendekatan Pembelajaran Inovatif
Arif Jamali menjelaskan bahwa transformasi pembelajaran melalui sistem yang berkelanjutan antarjenjang akan menjadi fokus utama. “Transformasi pembelajaran melalui sistem yang berkelanjutan antarjenjang dengan kurikulum kombinasi nasional dan internasional,” kata Arif, dikutip dari laman resmi Puslapdik Kemendikdasmen.
Nantinya, Sekolah Terintegrasi akan mengadopsi pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports (STEAMS). Selain itu, para siswa diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya seperti Mandarin, Jepang, Arab, hingga Perancis sebagai bahasa pengantar komunikasi.
Sekolah ini juga akan dilengkapi dengan program sertifikasi pelatihan dan penguatan keahlian bagi peserta didik. Arif menambahkan, “Melalui Sekolah Terintegrasi, akan kita bangun sistem yang memastikan layanan pendidikan berkualitas, menjadi rujukan bagi sekolah sekitar dalam menyediakan layanan yang efisien dan sesuai kebutuhan, serta menjadi pusat peningkatan dan keberlanjutan mutu pendidikan di satu wilayah.”
Fasilitas Lengkap dan Sifat Inklusif
Sekolah Terintegrasi direncanakan hadir dengan fasilitas lengkap serta sistem yang terstruktur dan berkelanjutan dalam satu kawasan pendidikan terpadu. Arif menegaskan bahwa sekolah ini akan bersifat inklusif dan bebas pungutan biaya, memastikan akses pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat.
Perbedaan dengan Model Sekolah Sebelumnya
Arif Jamali turut menjelaskan perbedaan Sekolah Terintegrasi dengan model sekolah sebelumnya, yakni Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda. Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem serta miskin desil 1 dan 2. Sementara itu, Sekolah Unggul Garuda menyasar peserta didik dengan prestasi akademik maupun non-akademik yang sangat tinggi.
Berbeda dari keduanya, Sekolah Terintegrasi ditujukan bagi anak-anak berprestasi dari seluruh kelompok masyarakat secara inklusif, tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi. “Sekolah Terintegrasi ini menjawab dua masalah utama pendidikan, yaitu mutu yang belum optimal dan timpang antarwilayah,” ungkapnya.
Strategi Pembangunan Sekolah Terintegrasi
Pembangunan Sekolah Terintegrasi akan dilakukan melalui dua pendekatan utama: pembangunan sekolah baru dan peningkatan atau upgrading sekolah eksisting.
- Pembangunan Sekolah Baru: Ini mencakup pembangunan sekolah negeri oleh Pemerintah Pusat dan pembangunan sekolah baru melalui kerja sama dengan pihak swasta. Skema kerja sama ini melibatkan pembangunan oleh pihak swasta, sementara biaya operasional akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat, di lahan seluas 20–30 hektare dengan fasilitas modern dan lengkap.
- Peningkatan (Upgrading) Sekolah Eksisting: Pendekatan ini meliputi peningkatan sekolah swasta terintegrasi eksisting dan peningkatan sekolah negeri. Peningkatan sekolah negeri akan dilakukan dengan pendekatan konsolidasi sekolah negeri dengan capaian baik dalam satu kecamatan, serta pembangunan unit tambahan di sekitar sekolah induk.
Informasi detail mengenai implementasi Sekolah Terintegrasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Staf Khusus Mendikdasmen Arif Jamali yang dirilis pada Sabtu, 28 Februari 2026, melalui laman resmi Puslapdik Kemendikdasmen.
