Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit setelah dibantai Borneo FC dengan skor telak 1-5 dalam laga lanjutan pekan ke-25 Super League 2025-2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri Samarinda pada Sabtu (7/3/2026) malam tersebut menjadi penutup rangkaian laga Bajul Ijo di bulan Ramadhan dengan hasil negatif.
Hasil Mengejutkan di Samarinda: Persebaya Takluk 1-5 dari Borneo FC
Borneo FC tampil dominan sepanjang pertandingan dengan mencatatkan 67 persen penguasaan bola, jauh meninggalkan Persebaya yang hanya menguasai 33 persen. Dominasi tersebut berujung pada lima gol yang bersarang ke gawang Persebaya.
Gol-gol Borneo FC dicetak oleh Juan Villa pada menit ke-15 dan 59, Mariano Peralta menit ke-62, Koldo Obieta menit ke-68, serta Marcos Astina di masa injury time menit ke-90+3. Persebaya hanya mampu membalas satu gol melalui Leo Lelis pada menit ke-73.
Bernardo Tavares Ungkap Penyebab Lini Pertahanan Persebaya Rapuh
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut, terutama menyoroti rapuhnya lini pertahanan timnya. Ia mengakui bahwa tim sudah mempelajari gaya permainan Borneo FC yang agresif.
“Sebetulnya kami sudah mempelajari, Borneo FC punya banyak peluang. Mereka memiliki pemain yang bagus bergerak tanpa bola, juga memiliki beberapa block line of space dan garis untuk passing dan sebagainya,” ujar Tavares. Ia menambahkan, “Kami sudah memperbaiki dan melalui itu di latihan, tetapi kita tampil kurang bagus.”
Detail Gol yang Bersarang ke Gawang Ernando Ari
Tavares menjelaskan, gol pertama yang dicetak Juan Villa terjadi karena pemain Persebaya terlambat melakukan pressing, memberikan ruang tembak bagi lawan. Situasi ini dimanfaatkan Villa untuk melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau penjaga gawang Ernando Ari.
Sementara itu, gol kedua dari Mariano Peralta berawal dari situasi bola mati di dekat area pertahanan. “Dalam latihan kami sudah membahas untuk menghindari free kick di dekat lini pertahanan, tetapi situasi itu tetap terjadi di pertandingan,” kata pelatih asal Portugal tersebut, merujuk pada peringatan kepada Bruno Moreira dkk.
Tiga Gol Berikutnya Akibat Kesalahan Individu dan Konsentrasi
Tiga gol berikutnya yang bersarang ke gawang Persebaya disebut Tavares sebagai akibat dari kesalahan individu dan menurunnya konsentrasi pemain di lapangan. Meskipun Leo Lelis sempat mencetak gol pada menit ke-73 yang memberikan momentum untuk bangkit, upaya tersebut tidak mampu mengubah jalannya pertandingan.
“Kami sempat mencetak gol dan mencoba menyerang, tetapi Borneo justru menambah gol kelima,” sambungnya.
Evaluasi Menyeluruh Menanti Persebaya Jelang Laga Kontra Persita
Mantan pelatih PSM Makassar ini menegaskan bahwa kekalahan adalah bagian dari dinamika sepak bola. “Kami tidak bisa mengeluh sekarang. Dalam sepak bola terkadang kita menang, terkadang kita kalah. Tentu semua merasa kecewa dengan situasi ini,” tuturnya.
Tim pelatih berjuluk Bajul Ijo ini berencana melakukan evaluasi menyeluruh. Tavares berharap setiap pemain dapat merefleksikan performa mereka agar kesalahan serupa tidak terulang di laga berikutnya.
“Saya rasa setiap pemain harus mengevaluasi dirinya sendiri terlebih dahulu. Setelah itu tim pelatih akan menganalisis pertandingan,” ujar pelatih berusia 46 tahun itu. “Kami akan mencoba memperbaiki semuanya untuk pertandingan berikutnya dan berusaha tampil lebih baik,” pungkasnya.
Kekalahan ini membuat Persebaya Surabaya turun ke posisi keenam klasemen sementara Super League dengan perolehan 39 poin. Informasi lengkap mengenai pertandingan dan pernyataan pelatih disampaikan melalui wawancara resmi setelah pertandingan yang dirilis pada Sabtu (7/3/2026).
