Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) kembali mencatatkan sejarah dengan menemukan galaksi “ubur-ubur” (jellyfish galaxy) paling jauh yang pernah terdeteksi manusia. Galaksi yang diidentifikasi sebagai COSMOS2020-635829 ini berada pada redshift 1,156, yang berarti cahaya yang tertangkap saat ini berasal dari masa sekitar 8,5 miliar tahun lalu.
Penemuan ini memberikan wawasan baru bagi para astronom mengenai evolusi galaksi di masa awal alam semesta. Galaksi ubur-ubur memiliki karakteristik unik berupa aliran gas panjang menyerupai tentakel yang menjulur di bagian belakangnya, sebuah fenomena visual yang menjadi dasar penamaannya.
Mekanisme Pembentukan Tentakel Gas
Dr. Ian Roberts dari University of Waterloo menjelaskan bahwa bentuk unik ini tercipta akibat proses teknis yang disebut ram-pressure stripping. Fenomena ini terjadi ketika sebuah galaksi bergerak dengan kecepatan sangat tinggi menembus gugus galaksi yang panas dan padat.
“Galaksi ubur-ubur dinamai dari aliran panjang seperti tentakel yang tertinggal di belakangnya. Gas di dalam gugus bertindak seperti angin kencang yang mendorong gas milik galaksi ke belakang, menciptakan jejak panjang,” ujar Dr. Roberts dalam keterangan resminya.
Proses ini diibaratkan seperti angin yang meniup debu dari permukaan mobil yang melaju kencang. Tekanan dari medium antargalaksi yang padat secara efektif “mengupas” gas dari galaksi yang melintas, meninggalkan jejak material yang memanjang.
Temuan Bintang Muda di Wilayah COSMOS
Galaksi COSMOS2020-635829 ditemukan di wilayah langit yang dikenal sebagai COSMOS field, sebuah area yang menjadi fokus penelitian mendalam berbagai teleskop dunia. Melalui data Webb, para peneliti menemukan simpul-simpul biru terang di sepanjang jejak gas galaksi tersebut.
Simpul biru tersebut merupakan kumpulan bintang-bintang yang sangat muda. Keberadaannya menunjukkan bahwa pembentukan bintang tidak hanya terjadi di pusat galaksi, melainkan juga di sepanjang tentakel gas yang terlepas. Hal ini memperkuat bukti bahwa ram-pressure stripping memicu kelahiran bintang di luar struktur utama galaksi.
Tantangan Terhadap Teori Evolusi Kosmos
Temuan ini secara signifikan menantang teori lama mengenai pembentukan galaksi. Sebelumnya, ilmuwan meyakini bahwa pada masa 8 hingga 9 miliar tahun lalu, lingkungan gugus galaksi belum cukup ekstrem untuk memicu proses pengupasan gas secara rutin.
“Penemuan pertama adalah bahwa lingkungan gugus galaksi saat itu sudah cukup keras untuk mengupas galaksi. Kedua, gugus galaksi mungkin telah mengubah sifat-sifat galaksi secara kuat jauh lebih awal dari yang diperkirakan,” terang Dr. Roberts.
Data ini juga memberikan petunjuk mengenai asal-usul galaksi “mati” di alam semesta modern. Proses pengupasan gas yang terjadi sejak miliaran tahun lalu diduga menjadi penyebab utama mengapa banyak galaksi saat ini kehilangan kemampuan untuk membentuk bintang baru. Penelitian yang telah dipublikasikan dalam Astrophysical Journal ini menegaskan peran krusial James Webb dalam menyingkap sejarah awal pembentukan kosmos.
