Berita

Terobosan Medis: Ilmuwan Spanyol Ungkap Cara Permanen Hapus Kanker Pankreas, Harapan Baru Pasien

Dunia medis internasional menyambut perkembangan signifikan setelah ilmuwan dari Spanish National Cancer Research Centre (CNIO) berhasil menemukan metode penyembuhan kanker pankreas. Penelitian ini menunjukkan bahwa tim ahli di Spanyol sukses menghilangkan kanker pankreas sepenuhnya pada tikus percobaan, sebuah terobosan penting mengingat penyakit ini dikenal sebagai salah satu kanker paling mematikan.

Kanker Pankreas: Ancaman Mematikan dengan Angka Kematian Tinggi

Kanker pankreas merupakan salah satu jenis kanker dengan tingkat fatalitas tertinggi di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikannya sebagai penyakit yang sangat mematikan.

Data dari American Institute for Cancer Research, yang dilansir pada Jumat (30/1/2026), mencatat sekitar 68.530 orang terserang kanker pankreas setiap tahunnya di Amerika, dengan 52.740 kasus kematian. Ini berarti risiko kematian pasien mencapai lebih dari 76 persen per tahun.

Di Indonesia, Globacan pada tahun 2020 mencatat 5.690 kematian akibat kanker pankreas, sebagaimana dilaporkan Kompas.com pada 6 Januari 2024. Tingginya angka kematian ini menjadikan penemuan metode penyembuhan oleh ilmuwan Spanyol sebagai kabar yang sangat dinantikan.

Menargetkan Onkogen KRAS dengan Kombinasi Tiga Obat

Para ilmuwan CNIO, yang dipimpin oleh Dr. Mariano Barbacid, berhasil membasmi tumor pankreas secara menyeluruh. Dr. Barbacid sendiri dikenal sebagai ilmuwan yang sebelumnya mengidentifikasi onkogen manusia pertama, yaitu mutasi genetik pada penderita kanker.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) ini, tim menargetkan onkogen KRAS. Onkogen ini sering disebut sebagai “sakelar on” yang macet dalam sel dan bermutasi pada sekitar 90 persen penderita kanker pankreas.

Upaya penargetan gen KRAS sebelumnya menghadapi kendala, di mana sel kanker tetap mampu tumbuh kembali setelah beberapa bulan terapi. Oleh karena itu, Dr. Barbacid dan rekan-rekannya mengembangkan pendekatan baru dengan mengombinasikan tiga obat yang menyerang gen KRAS dari tiga sisi berbeda.

Kombinasi ini dirancang untuk membuat tumor lebih sulit mengembangkan resistensi terhadap pengobatan. Hasilnya, mereka menemukan bahwa kombinasi obat tersebut secara permanen menghilangkan tumor pankreas pada tikus percobaan tanpa efek samping yang signifikan.

Harapan Baru dan Tantangan Uji Klinis pada Manusia

Para ilmuwan menyatakan dalam penelitian mereka, “Penelitian ini membuka jalan untuk merancang terapi kombinasi baru yang dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien dengan karsinoma duktal pankreas (jenis kanker pankreas yang paling umum).” Mereka menambahkan, “Hasil ini menunjuk arah untuk mengembangkan uji klinis baru.”

Meskipun sukses pada tikus, Dr. Barbacid menegaskan bahwa pengobatan ini belum siap untuk diterapkan langsung pada manusia. “Penting untuk dipahami bahwa meskipun hasil eksperimental seperti ini belum pernah dicapai sebelumnya, kami belum berada pada tahap untuk melakukan uji klinis terapi tiga obat ini,” ujar Barbacid dalam siaran pers.

Tim mengakui bahwa penerapan terobosan ini tidak akan mudah, namun temuan ini memberikan harapan baru yang signifikan dalam perjuangan melawan penyakit kanker pankreas.

Apresiasi Internasional untuk Terobosan Medis Spanyol

Kedutaan Besar Spanyol di Inggris turut memberikan apresiasi atas penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan CNIO. Melalui akun X (sebelumnya Twitter) pada 28 Januari 2026, mereka menulis, “Tim ilmuwan dari Pusat Penelitian Kanker Spanyol, yang dipimpin oleh Dr Mariano Barbacid, telah mencapai hilangnya kanker pankreas secara total dan permanen dalam model eksperimental. Penemuan ini dapat membawa perbedaan besar dalam perjuangan melawan penyakit ini.”

Informasi lengkap mengenai terobosan ini disampaikan melalui jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) dan pernyataan resmi dari Spanish National Cancer Research Centre (CNIO).