Edukasi

Tesis Terbaik S2 Rancang Kota ITB 2024 Dinobatkan, Kelvin Narada Raih IPK Sempurna 4,00 dengan Inovasi Desain Kota Pesisir

Advertisement

Kelvin Narada Gunawan, mahasiswa pascasarjana dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB), berhasil meraih predikat tesis terbaik S2 Rancang Kota Tahun 2024. Prestasi gemilang ini dilengkapi dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

Inovasi Desain Kota Pesisir Berbasis Iklim

Tesis Kelvin berjudul “Design Review Kota Iklim Pesisir dengan Pendekatan Climate Sensitive Urban Design” menawarkan solusi krusial bagi pengembangan wilayah pesisir di Indonesia. Penelitian ini menekankan pentingnya perancangan kawasan pusat kota pesisir yang tidak hanya berorientasi pada estetika atau fungsi ekonomi, melainkan juga berbasis pada karakter iklim.

Kelvin menjelaskan bahwa area pesisir memiliki karakter iklim yang unik, seperti angin laut yang relatif lebih kencang, dinamika angin laut dan darat yang khas, serta tingkat kelembapan yang lebih tinggi dibandingkan area daratan. Motivasi di balik pemilihan tema ini adalah kepekaannya terhadap potensi kawasan pesisir yang justru dapat terasa lebih panas dan lembap jika tanpa konsep desain yang tepat.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketergantungan pada pendingin udara dan menurunkan kenyamanan aktivitas di luar ruang, khususnya bagi pejalan kaki. “Jika kota pesisir salah didesain, bukannya menjadi lebih nyaman. Orang yang berjalan kaki malah bisa merasa lebih gerah karena kelembapannya lebih tinggi dibanding kota di wilayah dalam daratan. Selain itu, angin yang terlalu kencang juga dapat menimbulkan perasaan ‘masuk angin’ bagi pejalan kaki,” ujar Kelvin, dikutip dari situs ITB.

Dalam penelitiannya, Kelvin menganalisis salah satu kawasan pusat kota pesisir yang sedang berkembang di wilayah Jakarta dan Banten. Kawasan ini dipilih sebagai representasi kota pesisir yang tengah bertumbuh, sehingga masih memiliki ruang untuk dievaluasi dan disempurnakan melalui pendekatan ilmiah berbasis iklim mikro.

Pendekatan Ilmiah dan Hasil Signifikan

Kelvin mengkaji bagaimana bentuk bangunan, pepohonan, badan air, material jalan, serta ruang terbuka seperti taman dapat memengaruhi suhu udara, kecepatan angin, dan kelembapan di suatu kawasan. Ia menerapkan pendekatan Climate Sensitive Urban Design dan simulasi mikroklimat berbasis perangkat lunak ENVI-met.

Melalui simulasi ini, Kelvin berhasil merancang konfigurasi kawasan pusat kota pesisir yang mampu menurunkan suhu udara hingga sekitar 2 derajat Celsius. Penurunan suhu ini dianggap signifikan dalam iklim tropis karena berdampak positif pada kenyamanan termal, efisiensi energi, dan kualitas ruang publik secara keseluruhan.

Hasil simulasi mikroklimat juga menunjukkan bahwa bentuk bangunan tertentu dapat menciptakan kecepatan angin yang lebih nyaman bagi manusia. Hal ini memastikan kawasan tetap terasa sejuk tanpa kehilangan potensi angin lautnya. Selain itu, kehadiran pepohonan, taman-taman kecil, serta fitur air seperti air mancur dan water misting terbukti membantu mengatur kelembapan dan temperatur kawasan.

Advertisement

Penelitian ini secara tegas menunjukkan bahwa bentuk fisik kota memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi iklim mikro perkotaan. Kondisi iklim mikro ini pada gilirannya sangat memengaruhi tingkat kenyamanan manusia untuk beraktivitas dan tinggal di kawasan tersebut.

Pengakuan Internasional dan Kontribusi Ilmiah

Prestasi Kelvin tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Ia sempat mempresentasikan penelitiannya di forum Urban Design Lab – UDL Thesis Publication 2025, sebuah ajang kurasi karya rancang kota dari berbagai negara.

Sebagian hasil penelitian Kelvin telah diterbitkan dalam Jurnal Teknosains Universitas Gadjah Mada (terakreditasi SINTA 2) dengan judul “Optimization of Urban Thermal Environment for Indonesia Coastal-Climate Urban Area: a Microclimatic Modelling”. Publikasi ini memperkuat kontribusi ilmiahnya dalam bidang iklim mikro perkotaan dan perancangan kota pesisir berbasis simulasi ENVI-met.

Rencananya, temuan penelitian Kelvin akan disampaikan kepada pemangku kepentingan pengembangan kawasan perkotaan di Indonesia. Tesis ini juga sedang dikembangkan menjadi buku publikasi ber-ISBN bersama dosen pembimbingnya, Dr.Eng. Mochamad Donny Koerniawan, S.T., M.T.

Saat ini, Kelvin Narada berkarya sebagai Manager Masterplan & Business Development di sebuah perusahaan pengembang kawasan industri swasta di Indonesia.

Informasi lengkap mengenai tesis dan inovasi Kelvin Narada Gunawan disampaikan melalui pernyataan resmi Institut Teknologi Bandung yang dirilis pada Senin, 02 Maret 2026.

Advertisement