Teknologi & Hiburan

TikTok Alami Gangguan Server di AS: Algoritma FYP Kacau dan Muncul Bug Sistem Berantai Akibat Listrik Padam

Pengguna TikTok di berbagai belahan dunia mengeluhkan gangguan pada halaman For You Page (FYP) yang mendadak tidak akurat sejak akhir pekan lalu. Algoritma yang biasanya menyajikan konten sesuai preferensi pribadi justru menampilkan video acak, konten viral lama, hingga unggahan berulang yang memicu kebingungan massal.

Penyebab Gangguan: Pemadaman Listrik di Pusat Data AS

TikTok secara resmi mengonfirmasi bahwa kekacauan ini bersumber dari masalah infrastruktur di Amerika Serikat. Melalui akun resmi @tiktokusdsjv, pihak manajemen menjelaskan bahwa salah satu server utama mengalami pemadaman listrik yang memicu kegagalan sistem berantai atau cascading systems failure.

“Sejak kemarin kami bekerja memulihkan layanan setelah terjadi pemadaman listrik di pusat data AS yang berdampak pada TikTok dan aplikasi lain yang kami operasikan,” tulis pernyataan resmi TikTok pada Senin, 26 Januari 2026 waktu setempat. Pihak perusahaan kini tengah berkoordinasi dengan mitra pusat data untuk menstabilkan kembali layanan tersebut.

Dampak Bug dan Keamanan Data Pengguna

Gangguan teknis ini tidak hanya merusak algoritma rekomendasi, tetapi juga memunculkan berbagai bug visual di dalam aplikasi. Banyak pengguna melaporkan tampilan angka kunjungan (view) dan suka (like) yang menunjukkan angka nol, hingga saldo pendapatan yang sempat terlihat hilang dari akun mereka.

Namun, TikTok menegaskan bahwa fenomena tersebut hanyalah kesalahan tampilan (display error) akibat server timeout. Perusahaan menjamin bahwa seluruh data pengguna dan metrik keterlibatan (engagement) tetap tersimpan dengan aman di dalam sistem mereka tanpa ada penghapusan permanen.

Kaitan dengan Restrukturisasi TikTok USDS Joint Venture

Insiden ini terjadi di tengah proses transisi besar-besaran TikTok di Amerika Serikat. Berdasarkan mandat undang-undang Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act, ByteDance telah merampungkan pemisahan bisnis dengan membentuk entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture.

Entitas baru ini melibatkan investor strategis asal Amerika Serikat, termasuk Oracle dan Silver Lake. Meski TikTok menyatakan algoritma rekomendasi akan tetap dipertahankan di bawah struktur baru, gangguan yang terjadi berdekatan dengan momen restrukturisasi ini sempat memicu spekulasi pengguna mengenai adanya penyesuaian sistem internal.

Informasi terkini mengenai status pemulihan layanan dan pembaruan sistem dapat dipantau secara berkala melalui akun media sosial resmi TikTok USDS Joint Venture.