Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melaporkan perkembangan signifikan dalam pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak bencana. Hingga saat ini, sebagian besar infrastruktur kelistrikan telah kembali berfungsi normal untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat.
Tito menjelaskan bahwa ketersediaan listrik merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan publik pascabencana. Selain listrik, pemulihan juga difokuskan pada ketersediaan bahan bakar serta sarana komunikasi.
“Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, listrik, kemudian bahan bakar, baik BBM maupun gas, LPG, dan kemudian sarana komunikasi, internet,” ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta.
Data Pemulihan Listrik di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Berdasarkan data pemantauan Satgas PRR per 8 Februari 2026, progres pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan di tiga provinsi terdampak terus menunjukkan perkembangan positif. Berikut adalah rincian status pemulihan listrik di wilayah tersebut:
| Provinsi | Status Pemulihan Listrik |
|---|---|
| Sumatera Barat | 100 Persen (Pulih Total) |
| Sumatera Utara | Tersisa 2 Desa Masih Padam |
| Aceh | Tersisa 13 Desa Belum Menyala |
Tito menegaskan bahwa untuk wilayah Sumatera Barat, aliran listrik sudah kembali normal sepenuhnya. Sementara itu, percepatan terus dilakukan di Aceh dan Sumatera Utara agar desa-desa yang masih mengalami pemadaman dapat segera teraliri listrik kembali.
Konsistensi Pasokan BBM dan Koordinasi Lintas Lembaga
Selain sektor kelistrikan, Satgas PRR juga memantau ketersediaan energi lainnya seperti BBM di SPBU dan gas LPG. Secara umum, distribusi bahan bakar di wilayah terdampak dilaporkan telah berjalan lancar dan kembali stabil.
“Kemudian kalau untuk BBM, SPBU maupun gas LPG, umumnya berhasil sudah bagus semua, lancar. Yang perlu dijaga konsistensinya. Demikian juga listrik sebagian besar sudah pulih,” jelas Tito lebih lanjut.
Satgas PRR saat ini terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga terkait, serta pemerintah daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh wilayah terdampak segera pulih sepenuhnya dan layanan publik dapat diakses kembali oleh masyarakat tanpa kendala.
Informasi lengkap mengenai perkembangan rehabilitasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Muhammad Tito Karnavian dalam konferensi pers di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, pada Rabu, 11 Februari 2026.
