Edukasi

TKA 2026: Kemendikdasmen Imbau Sekolah Tidak Beri Latihan Soal Berlebihan, Fokus Literasi dan Numerasi

Advertisement

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengimbau seluruh guru di jenjang SD dan SMP untuk tidak membebani siswa dengan latihan soal berlebihan menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Imbauan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Guru, Tenaga Pendidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, dalam sebuah webinar pada Rabu, 25 Februari 2026, menekankan pentingnya pendampingan emosional dan suasana belajar yang sehat bagi peserta didik.

Kemendikdasmen Soroti Pendekatan Belajar Proporsional

Nunuk Suryani menegaskan bahwa siswa, khususnya di jenjang SD dan SMP, sangat membutuhkan pendampingan emosional serta suasana belajar yang sehat dan proporsional. “Hindari membebani mereka dengan latihan soal yang berlebihan,” ujar Nunuk dalam webinar bertajuk “TKA: Peran Guru dan Pemanfaatannya di Jenjang SD-SMP” yang disiarkan melalui akun YouTube Ditjen GTKPG pada Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menyarankan agar para guru lebih memfokuskan diri pada penguatan literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa, yang merupakan inti dari pembelajaran dan persiapan TKA. Selain itu, Nunuk juga mengimbau agar integritas penyelenggaraan TKA di setiap jenjang pendidikan tetap terjaga. “Jadikan TKA sebagai momentum membangun budaya jujur, tangguh, dan bertanggungjawab,” tambahnya.

TKA sebagai Alat Refleksi, Bukan Penilaian Kinerja Guru

Nunuk Suryani juga meluruskan persepsi bahwa TKA bukan bertujuan untuk mengukur kinerja guru. Menurutnya, capaian siswa yang belum optimal dalam TKA seharusnya menjadi sinyal untuk memperbaiki sistem dan strategi pembelajaran di sekolah, dengan dukungan kebijakan pemerintah. “Kita ingin membangun budaya refleksi bukan saling menyalahkan,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari lingkungan, dukungan keluarga, hingga kesinambungan antar jenjang pembelajaran. Dengan dedikasi guru, Nunuk percaya TKA dapat menjadi langkah kolektif untuk menghadirkan proses pembelajaran yang semakin bermutu. “Kami mengajak Bapak-Ibu guru untuk menyukseskan TKA sebagai ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran anak Indonesia,” pungkas Nunuk.

Advertisement

Tujuan dan Manfaat TKA untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama pelaksanaan TKA adalah mengukur kemampuan akademik secara mendasar, yakni literasi melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia dan numerasi melalui Matematika. Dua aspek ini dianggap sebagai fondasi utama penguasaan berbagai disiplin ilmu dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

“Hasil TKA juga dapat dimanfaatkan sebagai assessment for learning, yaitu dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran,” kata Mu’ti dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu, 27 Januari 2026. Selain aspek akademik, Mu’ti juga berharap TKA mampu membentuk karakter peserta didik melalui nilai kejujuran, kesiapan mental, dan sikap sportif dalam menghadapi tantangan belajar.

“TKA adalah bagian dari ikhtiar jangka panjang dalam upaya memperkuat fondasi pendidikan nasional. Dengan pemetaan kemampuan yang lebih akurat, kita dapat memastikan perbaikan pembelajaran dan mutu pendidikan berjalan ke arah yang tepat,” tutup Mu’ti.

Informasi lengkap mengenai imbauan dan tujuan TKA ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kemendikdasmen yang dirilis dalam webinar Ditjen GTKPG pada Rabu, 25 Februari 2026, serta keterangan tertulis Mendikdasmen pada 27 Januari 2026.

Advertisement