Berita

TNI Siaga 1: Kodaeral III Perketat Pengamanan Objek Vital Laut Sekitar Jakarta Jelang Lebaran

Advertisement

Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) III memperkuat pengamanan objek vital di laut sekitar Jakarta. Langkah ini diambil menyusul perintah siaga 1 yang dikeluarkan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, sebagai antisipasi menjelang Lebaran dan dinamika situasi global.

Peningkatan Pengamanan di Sektor Strategis

Komandan Kodaeral III Laksamana Muda Uki Prasetio menyatakan bahwa peningkatan pengamanan ini merupakan respons langsung terhadap kondisi siaga 1, terutama menjelang perayaan Idulfitri. “Jelas dengan kondisi tersebut, kita laksanakan peningkatan apalagi kita menjelang Lebaran. Jelas dengan menjelang Lebaran, dengan kondisi yang ada, juga eskalasi di laut jelas akan dilaksanakan penebalan pada tempat-tempat tertentu,” ujar Laksamana Muda Uki Prasetio di kantornya, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, pengamanan diprioritaskan pada sektor-sektor strategis, khususnya objek vital nasional. Selain itu, TNI AL juga akan menambah kekuatan pengamanan di sejumlah pelabuhan setelah menerima permintaan dari Pelindo dan Pelni. “Kita laksanakan untuk penebalan tiap-tiap titik, terutama kemarin juga ada permintaan dari Pelindo dan Pelni untuk melaksanakan penebalan terutama di pelabuhan-pelabuhan dan tempat-tempat tertentu,” tambah Uki.

Latar Belakang Perintah Siaga 1 TNI

Perintah siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia sebelumnya telah dikeluarkan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Kebijakan ini merupakan langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi global, khususnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi keamanan dalam negeri.

Advertisement

Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026, yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026. Dalam telegram itu disebutkan bahwa semua satuan TNI harus meningkatkan kesiapsiagaan operasional seiring meningkatnya dinamika konflik internasional dan potensi dampaknya terhadap situasi keamanan di dalam negeri.

Status siaga tingkat 1 tersebut telah berlaku sejak 1 Maret 2026 dan akan terus diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

Informasi lengkap mengenai peningkatan pengamanan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Komandan Kodaeral III Laksamana Muda Uki Prasetio pada Senin, 9 Maret 2026, menyusul perintah siaga 1 dari Panglima TNI.

Advertisement