Harga stablecoin Tether (USDT) terhadap rupiah sempat menyentuh kisaran Rp 20.000 di platform investasi kripto Tokocrypto. Lonjakan ini dipicu oleh peningkatan permintaan yang mendadak dalam waktu singkat saat likuiditas terbatas, demikian penjelasan CEO Tokocrypto Calvin Kizana pada Minggu (23/2/2026).
Lonjakan Harga USDT di Tokocrypto
Calvin Kizana menegaskan bahwa harga USDT di Tokocrypto terbentuk secara alami melalui mekanisme pasar terbuka, bukan ditentukan sepihak oleh platform. “Terkait harga USDT terhadap rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp 20.000, kami menegaskan bahwa seluruh transaksi di Tokocrypto berjalan menggunakan mekanisme pasar terbuka, di mana harga terbentuk secara real-time berdasarkan keseimbangan permintaan dan penawaran antar pengguna,” ujar Calvin.
Ia menjelaskan, lonjakan harga terjadi pada periode sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. Pada waktu tersebut, terjadi peningkatan permintaan USDT secara signifikan dalam waktu singkat, sehingga mendorong harga bergerak lebih tinggi dari kisaran normal.
Penjelasan CEO Tokocrypto
Calvin menyebut kondisi ini merupakan bagian dari dinamika pasar yang bisa terjadi di tengah volatilitas tinggi. Ia memastikan, harga USDT yang sempat melonjak tersebut merupakan harga transaksi riil yang terjadi antar pengguna, bukan hasil penyesuaian sistem internal platform.
“Kenaikan harga tersebut mencerminkan harga riil dari transaksi yang benar-benar terjadi di platform, bukan harga yang ditetapkan secara sepihak atau hasil penyesuaian sistem,” tegasnya.
Menurut Calvin, lonjakan harga berlangsung sementara dan mulai kembali normal setelah tekanan beli mereda serta likuiditas kembali seimbang. Setelah kondisi pasar kembali stabil, harga USDT terhadap rupiah secara bertahap kembali ke kisaran yang lebih wajar. “Saat ini kondisi pasar sudah lebih stabil dan mencerminkan keseimbangan supply dan demand yang lebih sehat,” kata Calvin.
Dampak dan Imbauan Tokocrypto
Calvin juga menegaskan bahwa lonjakan harga USDT tersebut tidak berdampak terhadap operasional maupun layanan Tokocrypto. “Kenaikan harga USDT tersebut tidak berdampak pada operasional Tokocrypto. Sistem perdagangan, layanan deposit dan penarikan, serta seluruh fitur di platform tetap berjalan normal tanpa gangguan,” ujarnya.
Ia menambahkan, volatilitas harga merupakan karakteristik alami pasar kripto yang bergerak berdasarkan dinamika permintaan dan penawaran. Tokocrypto mengimbau pengguna untuk selalu memperhatikan kondisi pasar sebelum melakukan transaksi serta menggunakan fitur Limit Order untuk mengelola risiko harga.
“Integritas dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami,” tutup Calvin. Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, yang dirilis pada Minggu (23/2/2026).
