Toyota, perusahaan otomotif raksasa asal Jepang, mengumumkan pengembangan mesin grafisnya sendiri yang diberi nama Fluorite. Teknologi ini dirancang khusus untuk mendukung tampilan grafis dan antarmuka (UI) interaktif pada layar di dalam mobil, bukan untuk pengembangan gim.
Tujuan dan Pengembangan Fluorite
Pengembangan Fluorite dilakukan oleh Toyota Connected North America, anak perusahaan Toyota yang berfokus pada sistem konektivitas dan pengalaman digital kendaraan. Toyota menjelaskan bahwa mesin grafis ini dirancang spesifik untuk sistem otomotif yang umumnya memiliki keterbatasan perangkat keras.
Mesin ini dibuat ringan agar tetap optimal di perangkat keras kelas bawah. Secara teknis, Fluorite ditulis menggunakan bahasa pemrograman C++ dan dirancang untuk bekerja erat dengan Flutter, framework antarmuka lintas platform buatan Google.
Pendekatan ini memungkinkan pengembang memanfaatkan bahasa Dart dan API tingkat tinggi Flutter untuk membangun pengalaman interaktif, termasuk gim dan antarmuka 3D, tanpa perlu menggunakan mesin gim tradisional yang berat.
Optimalisasi dan Fitur Unggulan
Toyota mengklaim bahwa Fluorite telah dioptimalkan untuk memberikan performa tinggi meskipun dijalankan pada perangkat keras kelas bawah atau sistem tertanam (embedded system). Mesin grafis ini mendukung API grafis modern seperti Vulkan, yang memaksimalkan akselerasi perangkat keras dan menghadirkan visual yang memukau.
Sejumlah fitur turut melengkapi Fluorite untuk mempermudah proses pengembangan. Salah satunya adalah dukungan sistem hot reload, yang memungkinkan pengembang melihat perubahan secara instan tanpa menunggu proses kompilasi yang lama.
Selain itu, mesin grafis ini mendukung model-based trigger areas. Fitur ini memungkinkan desainer menentukan area sentuh atau klik langsung melalui perangkat lunak desain 3D seperti Blender, tanpa memerlukan pengaturan tambahan di sisi kode.
Alasan di Balik Pengembangan Internal
Toyota menegaskan bahwa pengembangan Fluorite berawal dari kebutuhan untuk membangun antarmuka pengguna (UI) 3D untuk kendaraan masa depan. Perusahaan sempat mempertimbangkan penggunaan mesin populer seperti Unity, namun menilai solusi tersebut terlalu berat untuk sistem otomotif dan memiliki biaya lisensi yang besar.
Oleh karena itu, Toyota memutuskan untuk mengembangkan mesin grafis internalnya sendiri yang dirancang lebih ringan dan sesuai dengan kebutuhan jangka panjang kendaraan. Fluorite diposisikan sebagai mesin open-source dengan fitur lengkap.
Toyota berharap mesin grafis ini dapat dimanfaatkan oleh pengembang independen maupun komunitas, sebagaimana dihimpun dari laporan Gizmochina.
