Tiga remaja putri dilaporkan tewas usai tersambar kereta api saat asyik berswafoto di jalur rel antara Stasiun Batang dan Stasiun Pekalongan pada Sabtu (21/2) pagi. Peristiwa tragis ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk PT KAI Daop 4 Semarang dan Polres Batang.
Kronologi Kejadian Tragis di Batang
Insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 06.53 WIB. Ketiga korban diidentifikasi sebagai Anggita Permadani (16), Adita Fadhiratul Jannah (15), dan Iswatik Sawita (15). Mereka tersambar Kereta Api Argo Merbabu yang melaju dari arah barat menuju timur.
Ramelan, penjaga pos perlintasan di dekat GOR Sarengat Batang, mengaku mengetahui adanya korban setelah menerima kabar dari petugas kereta di Pos Dekoro Kota Pekalongan. “Kayaknya karena selfie tapi tidak tahu ada kereta dari arah barat ke timur, Argo Merbabu,” ujar Ramelan.
Peringatan dan Imbauan dari PT KAI serta Kepolisian
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini. “KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan kejadian ini,” kata Luqman pada Minggu (22/2/2026).
Luqman Arif juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api. Imbauan ini sejalan dengan Pasal 181 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perekeretaapian, yang melarang setiap orang berada di ruang manfaat jalur kereta api.
Secara terpisah, Kasatreskrim Polres Batang Iptu Daryono membenarkan insiden yang menewaskan tiga remaja tersebut. “Benar tiga anak meninggal dunia, kita turut berduka cita, dan saya secara khusus mengimbau agar masyarakat terkhusus orang tua untuk memberikan pengawasan khusus bagi anak-anaknya,” jelas Iptu Daryono.
Informasi lengkap mengenai insiden tragis ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT KAI Daop 4 Semarang dan Polres Batang yang dirilis pada Minggu, 22 Februari 2026.
