Teknologi

Tren Unik: Gen Z Ramai-ramai Buru iPod Lawas, Ungkap Alasan di Balik Detoks Digital dan ‘Friction-Maxxing’

Advertisement

Perangkat pemutar musik legendaris Apple, iPod, kini kembali menjadi incaran generasi muda atau Gen Z (kelahiran 1997-2012). Fenomena ini terungkap dalam laporan terbaru Axios dan didukung oleh survei seorang pengamat musik, Emily White, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pencarian perangkat lawas tersebut sepanjang tahun 2025.

Tren Peningkatan Pencarian iPod di Kalangan Gen Z

Laporan Axios mencatat adanya peningkatan pencarian terkait kata kunci “Original iPod” dan “iPod Nano” di Google sepanjang tahun 2025. Meskipun tidak merinci besaran peningkatannya dibandingkan tahun sebelumnya, tren ini mengindikasikan ketertarikan yang tumbuh.

Selain di Google, platform marketplace eBay juga mengalami lonjakan pencarian untuk dua model iPod. Pada periode Januari hingga Oktober 2025, pencarian iPod Classic naik 25 persen, sementara iPod Nano meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data ini selaras dengan hasil survei yang dilakukan Emily White pada Desember 2025. Survei tersebut mengungkapkan bahwa 32 persen Gen Z kini gemar mendengarkan musik melalui pemutar musik lawas, termasuk MP3 Player.

Mengapa iPod Kembali Diburu?

iPod, yang pertama kali dirilis Apple pada tahun 2001, sejatinya telah dihentikan produksi dan pengembangannya sejak tahun 2022. Kini, fungsi pemutar musik sebagian besar telah digantikan oleh smartphone.

Profesor dari Universitas Georgetown AS, Cal Newport, menjelaskan bahwa Gen Z beralih ke pemutar musik lawas karena perangkat tersebut menawarkan kesederhanaan. iPod hanya memiliki fungsi utama memutar musik, berbeda dengan smartphone yang multifungsi.

Notifikasi, internet, dan media sosial pada smartphone seringkali dianggap mengganggu pengalaman mendengarkan musik. Sebagian besar responden survei Emily White juga menyatakan bahwa mendengarkan musik di perangkat lawas berfungsi sebagai detoks digital, menjauhkan diri dari gangguan dunia internet.

Advertisement

Selain itu, musik yang didengarkan di iPod sepenuhnya sesuai selera pengguna, tidak bergantung pada algoritma platform streaming musik seperti Spotify atau YouTube Music yang sering memutar lagu secara acak. Fenomena ini juga dikaitkan dengan tren “friction-maxxing”, yaitu pilihan sadar untuk menggunakan teknologi yang lebih sederhana demi mengurangi ketergantungan pada perangkat serba instan.

Dominasi Layanan Streaming Musik Tetap Kuat

Meskipun ada kebangkitan pemutar musik lawas, layanan streaming seperti Apple Music atau Spotify diprediksi tidak akan ditinggalkan sepenuhnya. Layanan streaming masih mendominasi industri musik digital dan diperkirakan akan terus tumbuh.

Menurut laporan firma Mordor Intelligence, pasar streaming musik global diproyeksikan tumbuh dari 23,18 miliar dollar AS pada tahun 2025 menjadi 25,12 miliar dollar AS pada tahun 2026. Pertumbuhan signifikan diperkirakan akan mencapai 37,58 miliar dollar AS pada tahun 2031.

Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pengguna iPod di kalangan Gen Z kemungkinan akan berjalan beriringan dengan pertumbuhan pasar streaming musik. Kedua tren ini mencerminkan preferensi yang beragam dalam menikmati konten audio.

Informasi lengkap mengenai tren peningkatan pencarian iPod dan dominasi streaming musik ini disampaikan melalui laporan Axios, survei Emily White, pernyataan Profesor Cal Newport, serta data dari DigitalTrends dan Mordor Intelligence yang dirilis hingga awal Maret 2026.

Advertisement