Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mendesak Netflix untuk segera memecat salah satu anggota dewan direksinya, Susan Rice. Permintaan ini disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social miliknya pada Selasa, 24 Februari 2026, dengan tudingan bahwa Rice adalah sosok yang tidak memiliki kemampuan dan hanya bermotif politik.
Latar Belakang Desakan Trump
Susan Rice, seorang anggota Partai Demokrat, memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan AS. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar AS untuk PBB di bawah Presiden Barack Obama dan kemudian sebagai pejabat tinggi kebijakan dalam negeri di era Presiden Joe Biden. Rice pertama kali bergabung dengan dewan direksi Netflix pada 2018 hingga 2021, sebelum kembali bergabung pada 2023 hingga saat ini.
Desakan Trump muncul setelah komentar Rice dalam sebuah siniar (podcast). Dalam obrolan tersebut, Rice menyatakan bahwa perusahaan, organisasi berita, dan firma hukum yang dinilai terlalu mengikuti atau “menunduk” pada Trump dapat menghadapi konsekuensi politik jika Partai Demokrat kembali berkuasa.
Kepada Preet Bharara, mantan jaksa federal Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York, Rice menyebut kemungkinan akan terjadi perubahan arah politik. Menurutnya, pihak-pihak yang saat ini dianggap terlalu akomodatif terhadap Trump bisa berada dalam posisi sulit ketika kubu Demokrat memenangkan pemilu. Rice juga memperingatkan bahwa jika perusahaan-perusahaan tersebut mengira Partai Demokrat akan kembali berkuasa dan memaafkan begitu saja berbagai keputusan, termasuk pemecatan karyawan atau kebijakan yang dinilai melanggar prinsip dan hukum, maka mereka keliru. Ia menegaskan akan ada pertanggungjawaban atas tindakan yang diambil saat ini.
Tudingan Trump terhadap Susan Rice
Tak lama setelah komentar Susan Rice, Trump menulis cuitan di Truth Social. Ia menyebut Rice sebagai sosok yang menurutnya bersikap rasis dan terobsesi menyerangnya secara politik. Trump juga menilai Rice tidak memiliki bakat maupun kemampuan, serta menyebutnya semata-mata sebagai figur politik. Ia menegaskan bahwa pengaruh Rice sudah hilang dan tidak akan kembali, serta mempertanyakan berapa besar bayaran yang diterima Rice dan untuk pekerjaan apa.
Berikut adalah cuitan lengkap Presiden Trump di Truth Social:
“Netflix harus segera memecat Susan Rice yang rasis dan terobsesi pada Trump, SEGERA, atau menanggung konsekuensinya. Dia tidak punya bakat atau kemampuan, murni kaki tangan politik! KEKUASAANNYA SUDAH HILANG, DAN TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI. Berapa banyak dia dibayar, dan untuk apa??? Terima kasih atas perhatian Anda untuk hal ini. Presiden DJT.”
Advertisement
Trump menyertakan tangkapan layar dari unggahan sebelumnya dari aktivis sayap kanan dan sekutu Trump, Laura Loomer. Loomer mengatakan bahwa pernyataan Rice “anti-Amerika” dan mendesak presiden untuk “menghentikan merger Netflix-Warner Bros sekarang juga.”
Keterkaitan dengan Akuisisi Netflix-Warner Bros Discovery
Tudingan Trump terhadap Rice menguatkan penilaian bahwa tekanan terhadap Netflix tidak terlepas dari proses akuisisi besar terhadap bisnis studio dan layanan streaming milik Warner Bros Discovery (WBD). Rencana akuisisi yang diumumkan pada awal Desember 2025 itu diketahui bernilai 72 miliar dollar AS atau setara Rp 1.211,4 triliun.
Proses akuisisi tersebut kini tengah ditinjau oleh Departemen Kehakiman AS untuk memastikan tidak melanggar aturan persaingan usaha atau tidak menimbulkan monopoli. Dengan akuisisi ini, perusahaan streaming film yang didirikan oleh Reed Hastings pada 1997 akan memiliki akses ke semua layanan WBD, termasuk HBO dan HBO Max yang sebelumnya menjadi kompetitor. Mereka juga akan memiliki akses ke banyak katalog waralaba populer dan ikonik yang pernah dirilis WBD, mulai dari DC Universe, Harry Potter, Game of Thrones, The Sopranos, Friends, dan masih banyak lagi.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa Departemen Kehakiman akan menangani peninjauan akuisisi Netflix terhadap Warner Bros Discovery. Meskipun demikian, ia juga sempat menyiratkan akan “ikut campur” dalam prosesnya.
Respons Netflix
Hingga kini, Netflix belum memberikan komentar resmi atas pernyataan Trump. Namun, perusahaan sebelumnya menegaskan bahwa mereka beroperasi di pasar yang sangat kompetitif dan siap bekerja sama dengan regulator, sebagaimana dihimpun dari CNBC.
Informasi lengkap mengenai desakan Presiden Trump ini disampaikan melalui unggahan resmi di platform Truth Social miliknya pada 24 Februari 2026.
