Edukasi

Uhamka Bekali 73 Siswa Pilihan dengan Literasi Digital dan Daya Kritis di Ramadan Youth Camp 2026

Advertisement

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) menggelar “Ramadan Youth Camp 2026″ untuk membekali 73 siswa pilihan kelas XII dengan daya kritis dan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Acara ini berlangsung di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uhamka pada 26-28 Februari 2026.

Tantangan Era Digital dan Pentingnya Daya Kritis

Kehadiran kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap pendidikan global secara drastis, menawarkan efisiensi namun juga berpotensi menumpulkan daya kritis serta memicu mentalitas instan pada generasi muda. Menanggapi tantangan tersebut, pendidikan karakter dan literasi digital menjadi krusial bagi siswa yang bersiap memasuki jenjang perkuliahan. Keresahan akan masa depan generasi digital inilah yang melatarbelakangi penyelenggaraan “Ramadan Youth Camp 2026” oleh Uhamka.

Pesan Rektor Uhamka: Cerdas dan Jujur Intelektual

Rektor Uhamka, Prof. Gunawan Suryoputro, menekankan pentingnya mentalitas tangguh agar generasi saat ini tidak menjadi objek dari kecerdasan digital. Menurutnya, kemudahan teknologi tidak boleh membuat siswa menjadi “pengguna yang malas”. “Generasi sekarang harus cerdas dalam menggunakan AI. Jangan langsung percaya pada informasi yang didapat; cari faktanya, lakukan verifikasi. Kecerdasan digital harus dibarengi dengan kreativitas dan kejujuran intelektual,” ujar Prof. Gunawan dalam sambutannya.

Pernyataan ini sejalan dengan data terbaru dari World Economic Forum (WEF) dalam Future of Jobs Report. Laporan tersebut menyebutkan bahwa analytical thinking dan curiosity (rasa ingin tahu) tetap menjadi keterampilan paling dicari di dunia kerja masa depan, meskipun teknologi AI terus berkembang.

Seleksi Ketat Demi Kualitas Pemimpin Masa Depan

Program “Ramadan Youth Camp 2026” tidak dibuka secara sembarangan. Dari sekian banyak pendaftar, hanya 73 siswa pilihan kelas XII dari wilayah Jabodetabek, Karawang, hingga Pandeglang yang dinyatakan lolos melalui proses seleksi wawancara ketat.

Wakil Rektor IV Uhamka, Muhammad Dwifajri, menjelaskan bahwa ketatnya penyaringan ini merupakan komitmen universitas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4. Poin tersebut berfokus pada upaya memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif. “Uhamka berikhtiar menyiapkan pemimpin masa depan. Kegiatan ini adalah langkah investasi jangka panjang untuk bangsa. Kami ingin mereka yang terpilih di sini tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga memiliki integritas kepemimpinan,” tutur Dwifajri.

Advertisement

Pembekalan Komprehensif untuk Transisi Kampus

Selama tiga hari, para siswa kelas XII ini tidak hanya mengikuti kajian keagamaan, tetapi juga dibekali dengan simulasi kepemimpinan dan diskusi kritis. Pembekalan ini sangat krusial mengingat siswa kelas XII berada pada masa transisi menuju dunia kampus yang menuntut kemandirian dan cara berpikir lebih dewasa.

Di era disinformasi yang kian masif, kemampuan verifikasi data yang disinggung oleh Prof. Gunawan menjadi kompetensi wajib. Merujuk pada riset literasi digital nasional, kemampuan menyaring hoaks masih menjadi tantangan besar di kalangan remaja Indonesia. Melalui Ramadan Youth Camp, para peserta diajak untuk melatih ketajaman intuisi dalam membedakan antara fakta dan opini di dunia maya.

Dengan demikian, ketika mereka lulus dari bangku sekolah menengah, mereka diharapkan tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kompas etika yang kuat dalam menggunakan teknologi. Ajang ini menjadi pengingat bahwa di balik layar-layar canggih dan algoritma AI, tetap ada jiwa manusia yang harus diasah karakternya. Teknologi secanggih apa pun tidak akan bisa menggantikan kebijaksanaan pemimpin berintegritas.

Informasi lengkap mengenai penyelenggaraan “Ramadan Youth Camp 2026” disampaikan melalui pernyataan resmi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) yang dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026.

Advertisement