Muhamad Mardiono, Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan, menyerukan kepada seluruh pejabat publik untuk tidak ragu mengambil kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Pernyataan ini disampaikan Mardiono saat berdialog dengan petani, penyuluh pertanian, kepala desa, dan pejabat daerah di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Selasa, 10 Maret 2026. Ia menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikuasai negara demi kemakmuran masyarakat.
Dorongan Kebijakan Pro-Rakyat dan Kemandirian Pangan
Mardiono menegaskan bahwa amanat Undang-Undang Dasar (UUD) menyatakan kedaulatan berada di tangan rakyat, sehingga rakyat harus berdaya dan makmur. Ia menyoroti ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan nasional, mendesak Indonesia untuk tidak lagi bergantung pada impor.
“Tahun 2025 tidak impor beras, setelah sebelumnya kita masih mengimpor,” ujar Mardiono, mengutip perintah Presiden Prabowo Subianto kepada kabinet untuk memperkuat kemandirian pangan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga didorong untuk menggerakkan produksi pangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Tantangan dan Kewaspadaan Terhadap Pihak Penentang
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengingatkan bahwa kebijakan pro-rakyat seringkali menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menguasai perekonomian negara. Masyarakat diminta untuk memahami dan mewaspadai kondisi tersebut.
Mardiono juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango untuk mewaspadai potensi kekeringan pada musim kemarau mendatang, menyarankan program pompanisasi dan pembangunan embung. Kerja sama dengan perguruan tinggi dalam produksi bibit pertanian berkualitas juga menjadi fokus. “Potensi kelautan juga harus dimanfaatkan. Akan ada investasi besar sekitar 3.000 kapal per tahun, dan Kabupaten Bone Bolango akan mendapatkan kapal untuk para nelayan,” tambahnya.
Situasi Global dan Kekuatan Spiritual Indonesia
Mardiono turut menyinggung situasi global yang diwarnai konflik di sekitar 114 negara, yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadapi situasi tersebut melalui kekuatan modal spiritual.
“Kita harus bersatu, bergandeng tangan, dan berdoa agar peperangan segera berakhir dan tidak berdampak pada kehidupan masyarakat,” serunya.
Antusiasme Warga dan Pemda Bone Bolango
Kunjungan Mardiono di Bone Bolango disambut antusias oleh Bupati Ismet Mile dan ratusan warga. “Hari ini sangat membahagiakan. Kami mendapatkan kehormatan atas kunjungan Pak Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan. Beliau telah membantu melalui program pasar murah dan bantuan pangan,” kata Bupati Ismet Mile.
Sebelum berdialog dengan petani, Mardiono menyerahkan bantuan pangan murah kepada 1.000 warga dari berbagai daerah di Bone Bolango. Program pasar murah tersebut menawarkan paket seharga Rp 40.000 yang berisi beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, dan enam butir telur.
Erni Tobi (57), warga Desa Bube Baru, mengungkapkan rasa senangnya. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Mardiono yang datang ke Bone Bolango dan memberikan bantuan bahan makanan murah,” ujarnya. Erni, seorang ibu rumah tangga dengan suami pekerja serabutan, merasa sangat terbantu mengingat kenaikan harga bahan pokok, seperti telur yang kini mencapai Rp 3.000-3.500 per butir dari sebelumnya Rp 2.000-2.500. Program pasar murah ini dinilai sangat meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah, terutama menjelang Idul Fitri.
Informasi lengkap mengenai seruan dan program yang disampaikan Muhamad Mardiono ini dirilis melalui pernyataan resmi dalam kunjungannya di Kabupaten Bone Bolango pada 10 Maret 2026.
