Edukasi

Uncen Jayapura Umumkan Pembukaan Program Dokter Spesialis Anestesiologi, Akselerasi Pemenuhan Tenaga Medis di Papua

Advertisement

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pertama di Pulau Papua resmi diluncurkan di Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, pada Jumat (27/2/2026). Program studi perdana yang dibuka adalah Anestesiologi dan Terapi Intensif, menjadi terobosan penting untuk mengatasi krisis serta kesenjangan tenaga medis di kawasan paling timur Indonesia.

Krisis Tenaga Medis Mendesak di Tanah Papua

Menurut data dari Kemendikti Saintek, selama ini hanya terdapat 28 dokter anestesi yang bertugas melayani lebih dari 40 rumah sakit di empat provinsi di Papua. Kondisi ini menyebabkan banyak rumah sakit tidak dapat menjalankan pelayanan secara optimal, sehingga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan menjadi sangat terbatas.

Uncen dan Pemda Papua Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Spesialis

Rektor Uncen, Oscar Oswald O. Wambrauw, menegaskan komitmen universitas untuk mengembangkan PPDS, diawali dengan Anestesiologi dan akan diikuti oleh program dokter spesialis lainnya. “Fokus kami adalah mendorong pemenuhan tenaga kesehatan spesialis di rumah sakit yang mengalami kekurangan,” ujar Oscar, dikutip dari situs Kemendikti Saintek, Minggu (1/3/2026).

Oscar menambahkan, terbuka kesempatan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah agar para putra-putri Papua dapat mengabdi dalam jangka panjang melalui kuota khusus. Wakil Gubernur Provinsi Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, turut menegaskan urgensi program ini.

“Kebutuhan ini menjadi sangat penting karena banyak tindakan operasi yang tertunda akibat tidak adanya spesialis anestesi,” kata Wagub Aryoko. Ia melanjutkan, “Ini adalah program pendidikan spesialis pertama di Tanah Papua, yang memungkinkan pendidikan dilakukan di tanah sendiri, sekaligus membantu proses pelayanan.”

Jaminan Mutu dan Dukungan Penuh dari Pusat

Sekretaris Ditjen Dikti, Setiawan, dari Kemendikti Saintek, menegaskan jaminan evaluasi mutu PPDS di Uncen akan dilakukan secara berkala. Evaluasi ini melibatkan LAM-PTKes, AIPKI, MGBKI, asosiasi program studi, hingga kolegium.

Advertisement

“Adanya program studi ini perlu ditindaklanjuti dengan identifikasi putra daerah dan penyediaan dukungan ikatan dinas melalui beasiswa,” ucap Setiawan. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta juga dilibatkan sebagai universitas pembina.

Perwakilan UGM, dr. Sudadi, menyatakan bahwa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM akan terus mendampingi proses pengembangan. Tujuannya adalah memastikan lulusan yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan layanan anestesi di rumah sakit-rumah sakit Provinsi Papua.

Langkah pembukaan PPDS di Uncen ini merupakan bagian dari program akselerasi Nasional yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini menggunakan pendekatan Sistem Kesehatan Akademik (SKA) untuk mempercepat pemenuhan dokter spesialis di 11 provinsi yang sebelumnya belum memiliki program serupa, termasuk Papua.

Informasi lengkap mengenai peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kemendikti Saintek dan Universitas Cenderawasih yang dirilis pada akhir Februari 2026.

Advertisement