Edukasi

Ungkap Peluang! Empat Beasiswa Pemerintah Selain LPDP Mendanai Kuliah S2/S3 di Luar Negeri

Advertisement

Selain Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang populer, pemerintah Indonesia juga menyediakan sejumlah program beasiswa lain untuk jenjang S2 dan S3 di luar negeri. Program-program ini mendanai penuh biaya studi dan terbuka bagi masyarakat umum, termasuk pegawai kementerian, TNI, Polri, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif.

Empat Beasiswa Pemerintah untuk Studi Lanjut di Luar Negeri

Bagi calon mahasiswa yang mencari alternatif selain LPDP, terdapat empat program beasiswa dari berbagai kementerian dan lembaga yang patut dipertimbangkan. Beberapa di antaranya telah dibuka, sementara yang lain masih menunggu informasi terbaru.

Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek

Beasiswa Unggulan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ditujukan bagi masyarakat berprestasi, termasuk penyandang disabilitas, serta pegawai di lingkungan Kemendikbudristek. Program ini membiayai studi jenjang S1 hingga S3, baik di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

Persyaratan umum untuk Beasiswa Unggulan meliputi rekomendasi dari institusi terkait, tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber lain, dan belum pernah menempuh pendidikan pada jenjang yang sama. Calon pendaftar juga harus diterima di perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi minimal B/Baik Sekali atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Kementerian. Program ini diutamakan untuk kelas reguler dan bagi pendaftar yang memiliki sertifikat prestasi akademik atau non-akademik tingkat internasional atau nasional.

Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag

Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) dan LPDP Kementerian Keuangan. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan, sains, teknologi, serta sosial humaniora, dengan pembiayaan penuh (fully funded) untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun luar negeri.

BIB terbuka bagi masyarakat umum, termasuk santri, guru, dosen, tenaga kependidikan, dan pegawai di lingkungan Kemenag. Program ini menyediakan beberapa skema beasiswa, yaitu:

  • Beasiswa Umum: Ditujukan bagi keluarga besar Kemenag, termasuk santri, siswa, mahasiswa, guru, ustaz, dosen, tenaga kependidikan, alumni pendidikan keagamaan, dan pegawai Kemenag.
  • Beasiswa Prestasi: Diperuntukkan bagi calon pendaftar yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik, seperti tahfiz Al-Qur’an dan juara olimpiade tingkat nasional maupun internasional.
  • Beasiswa Targeted: Merupakan beasiswa afirmasi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan Pendidikan Jarak Jauh S1 pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC).

Persyaratan umum meliputi usia maksimal 40 tahun untuk pelamar S2 dan 45 tahun untuk pelamar S3, memiliki ijazah atau surat keterangan lulus, menjadi bagian dari keluarga besar Kementerian Agama RI, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris (TOEFL) atau bahasa Arab (TOAFL) yang dibuktikan dengan sertifikat.

Advertisement

Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menawarkan Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah bagi mahasiswa aktif asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di delapan negara Timur Tengah, yaitu Libya, Maroko, Mesir, Suriah, Tunisia, Turki, Yaman, dan Yordania. Beasiswa ini diperuntukkan bagi jenjang S1 (diutamakan) dan S2, dengan pembiayaan living cost sebesar Rp1.000.000 per bulan selama maksimal dua tahun.

Persyaratan umum BCB Timur Tengah antara lain Warga Negara Indonesia (dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga), Muslim/Muslimah, mahasiswa aktif tingkat 1-4 atau semester 1-8, tidak sedang menerima beasiswa lain, belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa beasiswa, berprestasi akademik maupun non-akademik, serta memiliki hafalan Al-Qur’an. Pendaftar juga wajib melampirkan ijazah SMA/pendidikan terakhir, transkrip nilai terakhir, rekomendasi dari tokoh masyarakat, surat pernyataan, dan membuat esai berjudul “Kuliah di Timur Tengah dan Kontribusi Pasca Lulus”.

Beasiswa Komdigi (Kominfo)

Beasiswa Kominfo, yang kini dikenal sebagai Komdigi, terakhir kali dibuka pada tahun 2024. Saat itu, program ini menawarkan beasiswa ke luar negeri bekerja sama dengan Chevening dan beberapa mitra perguruan tinggi internasional lainnya. Namun, pada tahun 2025, Komdigi mengumumkan bahwa program beasiswa ini tidak dibuka.

Hingga Jumat, 27 Februari 2026, belum ada informasi lebih lanjut mengenai apakah Beasiswa Komdigi akan dibuka kembali atau ditutup secara permanen. Calon pendaftar disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Informasi lengkap mengenai program-program beasiswa ini dapat diakses melalui situs web resmi masing-masing kementerian dan lembaga penyelenggara.

Advertisement