Teknologi

Universitas Indonesia Ungkap Detail Kurikulum dan Dosen Unggulan di Program Studi Kecerdasan Artifisial Terbaru

Universitas Indonesia (UI) secara resmi meresmikan program studi baru, Kecerdasan Artifisial, yang bernaung di bawah Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom). Pembukaan prodi ini menjadi langkah strategis UI dalam menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga profesional AI berkualitas di Indonesia, demikian diumumkan pada Jumat (23/1/2026).

Kurikulum Inovatif Program Studi Kecerdasan Artifisial UI

Prodi Sarjana Kecerdasan Artifisial (Prodiska) Fasilkom UI dirancang dengan kurikulum komprehensif yang kuat pada fondasi teknis, mencakup pemodelan AI dan rekayasa sistem berbasis AI. Kurikulum ini diharapkan membekali lulusan agar unggul dan relevan di tengah perkembangan AI yang pesat.

Beberapa mata kuliah inti yang ditawarkan meliputi:

  • Mathematical Foundations: Logic and Discrete Structures (4 sks), Univariate Calculus (4 sks), Multivariate Calculus (3 sks), Linear Structure (4 sks), Statistics and Probability (3 sks).
  • AI Modeling and Ethics: AI Ethics (3 sks), Data Science and Machine Learning (4 sks), Knowledge Representation and Reasoning (3 sks), Search and Optimization (4 sks), Deep Learning (4 sks), Computer Vision (4 sks), Natural Language Processing (4 sks), Generative AI (4 sks).
  • Programming Foundations: Programming Foundations 1 (4 sks), Programming Foundations 2 (4 sks), Data Structures and Algorithms (4 sks).
  • Data, Systems, and Solution Development: Databases (4 sks), Data Engineering Foundations (4 sks), Introduction to Computer Architecture and Operating Systems (4 sks), Architecture, Engineering, and Operations of AI Applications (4 sks), Computer System Networks (4 sks), AI Product Design (3 sks), AI Product Development Project (6 sks).
  • General Requirements & Undergraduate Research: Religion (2 sks), English (2 sks), Integrated Character Development (6 sks), Internship (6 sks), Research Methodology and Scientific Writing (3 sks), Undergraduate Thesis (6 sks).

Jajaran Dosen Berkompeten Pimpin Pembelajaran AI di UI

Prodi Sarjana Kecerdasan Artifisial akan diampu oleh dosen-dosen Fasilkom UI yang memiliki keahlian pada bidang inti AI, Sains Data, atau bidang terkait lainnya. Dari setidaknya 40 dosen tetap Fasilkom UI yang memenuhi kriteria, 16 di antaranya diproyeksikan menjadi pengajar utama di Prodiska.

“Pengajar Prodiska diambil dari dosen-dosen Fasilkom UI yang memiliki keahlian pada bidang inti AI atau Sains Data atau bidang keahlian lain yang masih terkait dengan AI atau terapannya,” terang Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Dr. Erwin Panigoro.

Ke-16 dosen tersebut seluruhnya bergelar doktor, termasuk Prof. Wisnu Jatmiko, yang dikenal sebagai Guru Besar AI pertama di Indonesia. Kehadiran para ahli ini menegaskan komitmen UI dalam menyediakan pendidikan AI berkualitas tinggi.

Perjalanan Panjang Pembentukan Prodi AI Fasilkom UI

Wacana pendirian prodi AI di UI telah bergulir sejak awal masa pandemi. Pada periode tersebut, Fasilkom UI aktif meningkatkan kapasitas infrastruktur AI melalui pengadaan mesin NVIDIA DGX A100, yang melibatkan kajian kelayakan serta kebutuhan industri dan jejaring alumni Fasilkom UI.

Rancangan kurikulum yang lebih konkret mulai disusun pada pertengahan 2024 dan diajukan ke tingkat universitas. Proses ini memuncak dengan persetujuan Senat Akademik UI pada September 2025, menandai tonggak penting dalam realisasi program studi ini.

UI juga melakukan kajian perbandingan dengan prodi-prodi AI di dalam maupun luar negeri. Hasil kajian ini memperkuat keputusan Fasilkom UI untuk mengadopsi kurikulum yang berfokus pada fondasi teknis, yaitu pemodelan AI dan rekayasa sistem berbasis AI.

Target Lulusan: Profesional AI yang Mampu Berinovasi

Tujuan utama didirikannya Prodiska adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional bidang AI yang berkualitas. UI menargetkan lulusan yang bukan sekadar prompt engineer, melainkan individu yang mampu merealisasikan solusi berbasis AI untuk berbagai permasalahan di industri dan masyarakat.

“Dalam hal ini, perlu dicatat, bahwa solusi berbasis AI tersebut tidak selalu berupa penerapan AI generatif (seperti yang berbasis ChatGPT dan semacamnya), karena ada banyak permasalahan yang padanya ChatGPT tidak cocok untuk dipakai sebagai solusi,” tegas Dr. Erwin Panigoro.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial dan detail kurikulum dapat diakses melalui situs web resmi Universitas Indonesia atau Fakultas Ilmu Komputer UI.