Stefani Yolin Israel Kambu, gadis asal Asmat, Papua, berhasil mencatatkan namanya sebagai wisudawan termuda program Sarjana Universitas Padjadjaran (Unpad). Ia meraih gelar Sarjana Kedokteran dari Fakultas Kedokteran (FK) Unpad pada usia 19 tahun 2 bulan dalam Upacara Wisuda Lulusan Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata semangat pendidikan tinggi dari pelosok Indonesia.
Perjalanan Pendidikan dan Motivasi dari Asmat
Sejak duduk di bangku kelas 3 SMA, Stefani, yang berasal dari Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, telah menargetkan Unpad, khususnya Fakultas Kedokteran, sebagai kampus impiannya. Kesempatan emas kemudian datang melalui program beasiswa kedokteran hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Asmat dengan FK Unpad.
Meski demikian, Stefani tetap harus melewati dan lolos Seleksi Mandiri Universitas Padjadjaran (SMUP) sebelum resmi diterima sebagai mahasiswa penerima beasiswa. “Puji Tuhan, saya akhirnya diterima di FK Unpad melalui jalur SMUP. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asmat atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan,” ucap Stefani.
Stefani mengungkapkan bahwa dirinya merasa termotivasi di tengah lingkungan akademik yang kompetitif. “Saya mungkin bukan mahasiswa yang paling menonjol di FK Unpad, karena dikelilingi oleh banyak teman yang sangat berprestasi. Namun, hal itu justru memotivasi saya untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa saya sebagai anak Papua pasti bisa,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Unpad pada Selasa (24/2/2026).
Manajemen Waktu dan Dukungan Kampus sebagai Kunci
Selama menempuh pendidikan di FK Unpad, Stefani banyak belajar dari teman-teman dan para dosen, terutama mengenai pentingnya manajemen waktu. Ia menyadari bahwa disiplin dalam mengatur waktu merupakan hal krusial di tengah padatnya jadwal dan tuntutan akademik.
Stefani juga menyoroti dukungan besar yang diberikan Unpad dalam proses pembelajarannya, baik dari segi fasilitas maupun kualitas dosen. Selain itu, keterlibatannya dalam organisasi dan kepanitiaan turut membentuk kemampuan kepemimpinan serta soft skills yang esensial bagi seorang calon dokter.
Pesan Inspiratif dan Visi Inklusif Unpad
Bagi anak-anak Papua, Stefani berpesan agar tidak pernah takut bermimpi besar. Menurutnya, usaha tidak akan mengkhianati hasil, dan bersama Tuhan, segala tantangan pasti bisa dilewati. “Meski kadang harus melalui air mata. Ingat, orangtua, keluarga, dan orang-orang tersayang kita sudah berjuang begitu keras untuk kita, maka mari kita berjuang juga demi melihat senyum di wajah mereka,” pesannya.
Unpad sendiri memiliki visi untuk membangun kampus yang unggul, inklusif, dan berdampak. Konsep inklusif bertujuan menciptakan lingkungan terbuka yang menghargai perbedaan, memastikan hak setara dalam sosial, pendidikan, serta ekonomi. Inklusi merupakan pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka bagi siapa saja dengan latar belakang dan kondisi yang beragam, meliputi karakteristik, kondisi fisik, kepribadian, status, suku, budaya, dan lain sebagainya.
Informasi lengkap mengenai prestasi Stefani Kambu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Universitas Padjadjaran yang dirilis pada Selasa, 24 Februari 2026.
