Islami

Uraikan 5 Doa Berbuka Puasa Mustajab Sesuai Ajaran Rasulullah SAW dan Dalil Hadis

Advertisement

Momen berbuka puasa atau ifthar pada bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan saat berbuka puasa memiliki keistimewaan dan tidak akan tertolak. Penjelasan ini bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh para ulama.

Artikel ini merangkum lima redaksi doa berbuka puasa yang sesuai dengan sunah Rasulullah SAW, lengkap dengan teks Arab, arti, serta dalil hadis yang mendasarinya. Informasi ini dihimpun dari berbagai sumber otoritatif, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kitab-kitab hadis.

Keutamaan Doa Berbuka Puasa

Keistimewaan doa saat berbuka puasa ditegaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah SAW bersabda:

إنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika dia berbuka terdapat doa yang tidak tertolak.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Sunni)

Hadis tersebut menjadi dasar anjuran bagi umat Muslim untuk memperbanyak doa pada waktu ifthar, karena momen tersebut penuh dengan keberkahan. Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi, dalam kitabnya Al-Adzkar, telah menghimpun sejumlah redaksi doa berbuka puasa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan para sahabat.

Lima Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunah

1. Doa Berbuka Puasa Riwayat Ibnu Umar

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika berbuka membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى

Dzahabadh dhoma’u wabtalatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allahu Ta’aalaa.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat nadi, dan telah tetap pahala jika Allah menghendaki.” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i)

Imam an-Nawawi memberikan catatan penting terkait pelafalan kata adh-dhoma’u (الظَّمَأُ) yang seharusnya dibaca pendek, bukan dipanjangkan. Penjelasan ini merujuk pada firman Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 120, (… dzalika bi-annahum la yushibuhum dhoma’un…) yang berarti, “Yang demikian itu adalah karena mereka tidak ditimpa kehausan.” Catatan ini disampaikan untuk menghindari kekeliruan dalam pelafalan doa tersebut.

2. Doa Berbuka Puasa: Allahumma Laka Shumtu

Riwayat dari Muadz bin Zuhrah secara mursal menyebutkan bahwa ketika berbuka puasa, Nabi SAW membaca:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizkika afthartu.

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.” (HR Abu Dawud)

Doa ini menegaskan niat ibadah puasa yang tulus hanya kepada Allah SWT dan rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan-Nya untuk berbuka.

3. Doa Syukur Saat Berbuka

Masih dari riwayat Muadz bin Zuhrah yang dinukil dalam kitab Ibnu Sunni dan Al-Adzkar, terdapat redaksi doa lain yang berisi pujian dan syukur:

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَعَانَنِيَ فَصَمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Advertisement

Alhamdulillaahil ladzii a’aani fashamtu wa razaqanii fa afthartu.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Dzat yang telah menolongku sehingga aku dapat berpuasa dan telah memberikan rezeki kepadaku sehingga aku dapat berbuka.”

Doa ini merupakan pengakuan bahwa kemampuan untuk berpuasa dan berbuka merupakan pertolongan serta karunia dari Allah SWT.

4. Doa Memohon Diterimanya Amal

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa ketika berbuka, Rasulullah SAW membaca:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ

Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rizqika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim.

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR Ibnu Sunni)

Redaksi doa ini memuat permohonan yang tulus agar seluruh ibadah puasa yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT.

5. Doa Memohon Ampunan Saat Berbuka

Ibnu Malikah meriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu ketika berbuka mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ

Allaahumma innii as-aluka bi rahmatikal latii wasi’at kulla syain an taghfira lii.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau memberikan ampunan kepadaku.”

Doa ini menunjukkan bahwa waktu berbuka puasa juga dimanfaatkan oleh para sahabat untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.

Panduan Mengamalkan Doa Berbuka Puasa

Kelima doa berbuka puasa tersebut dapat diamalkan sesuai dengan kemampuan dan kemudahan masing-masing individu. Seseorang tidak diwajibkan untuk membaca seluruh doa sekaligus ketika berbuka. Memilih satu atau dua doa yang mudah dihafal sudah cukup untuk meraih keberkahan waktu mustajab saat ifthar.

Keutamaan doa berbuka puasa terletak pada keyakinan, kekhusyukan, dan kesungguhan hati dalam memohon kepada Allah SWT. Semoga puasa dan seluruh amal ibadah Ramadan diterima serta membawa keberkahan bagi setiap Muslim.

Informasi mengenai doa berbuka puasa ini disampaikan berdasarkan rujukan hadis sahih dan penjelasan ulama yang dihimpun dari berbagai sumber otoritatif, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Advertisement