Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa melanjutkan agenda Safari Ramadan dengan konsolidasi politik di Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Jawa Barat. Konsolidasi ini digelar usai Saan bersilaturahmi ke sejumlah pondok pesantren, yakni Pesantren Al-Maghfiroh Telajung, Bekasi, dan Pesantren An-Nihayah, Karawang, pada Sabtu (21/2/2026).
Dalam pengantarnya, Saan menegaskan bahwa rangkaian silaturahmi ke pesantren dan konsolidasi politik merupakan satu kesatuan yang saling terkait. Ia menekankan pentingnya energi moral yang didapat dari para kyai dan santri untuk diteruskan dalam kerja-kerja politik yang lebih terstruktur.
Sinergi Silaturahmi dan Konsolidasi Politik
Saan Mustopa menjelaskan, spirit keikhlasan dan nilai-nilai yang diserap dari pesantren harus menjadi fondasi dalam membangun kekuatan politik yang sehat. “Setelah kita bersilaturahmi dan ngalap berkah dari para kyai dan santri, tentu energi moral itu harus kita teruskan dalam kerja-kerja politik yang lebih terstruktur. Spirit keikhlasan dan nilai-nilai yang kita serap dari pesantren harus menjadi fondasi dalam membangun kekuatan politik yang sehat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Tren Peningkatan Elektoral di Pulau Jawa
Saan kemudian memaparkan perkembangan peta elektoral Partai NasDem dalam tiga pemilu terakhir sebagai bahan refleksi. Ia menilai, tren penguatan dukungan di Pulau Jawa menunjukkan perkembangan yang konsisten sejak Pemilu 2014.
- Pada Pemilu 2014, dari 39 dapil di Pulau Jawa, masih terdapat 24 dapil yang kosong.
- Pada Pemilu 2019, jumlah dapil kosong menurun menjadi 18.
- Pada Pemilu 2024, tersisa 12 dapil yang belum terisi.
Menurut Saan, tren ini menunjukkan ekspansi dukungan yang progresif, meskipun Pulau Jawa tetap menjadi wilayah dengan kompetisi paling ketat. “Data ini menunjukkan bahwa kerja-kerja konsolidasi yang kita lakukan membuahkan hasil. Tetapi tantangan ke depan tidak akan lebih ringan. Tahun 2029 akan jauh lebih kompetitif,” tegasnya.
Penguatan Akar Partai dan Soliditas Internal
Oleh karena itu, Saan menekankan bahwa konsolidasi di Dapil 7 Jawa Barat harus dimaknai sebagai penguatan akar partai. Ia menyebut penguatan itu bertumpu pada struktur yang solid dari tingkat pusat hingga tingkat bawah, termasuk DPRT dan TPS.
“Dinamika dalam partai itu wajar. Organisasi besar pasti berdinamika. Yang penting adalah bagaimana dinamika itu menghasilkan soliditas, bukan perpecahan. Soliditas hanya bisa dibangun jika struktur kita kuat dan saling percaya,” katanya.
Komitmen Politik Tanpa Mahar
Saan juga menegaskan komitmen Partai NasDem terhadap politik tanpa mahar. Menurutnya, komitmen tersebut merupakan fondasi moral yang harus dijaga. “Partai ini didirikan dengan niat yang baik. Jika hulunya bersih, maka alirannya pun akan bersih. Kita harus menjaga niat baik itu agar politik yang kita jalankan benar-benar menghadirkan kemaslahatan dan kebaikan,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan kursi legislatif NasDem dalam beberapa periode terakhir menjadi indikator bertambahnya kepercayaan publik. Namun, Saan mengingatkan bahwa capaian itu bukan tujuan akhir, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dan kerja kolektif. “Kepercayaan publik adalah amanah. Kita harus menjawabnya dengan konsistensi, kerja nyata, dan penguatan struktur hingga ke akar rumput,” tutupnya.
Konsolidasi Dapil 7 ini diharapkan menjadi pijakan strategis untuk memperkuat kesiapan menghadapi kontestasi 2029, sekaligus memperteguh soliditas internal dan sinergi antarstruktur partai di Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Purwakarta. Agenda konsolidasi ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem beserta jajaran pengurus DPP, pengurus DPW Partai NasDem Jawa Barat, serta pengurus DPD se-Dapil 7 DPR RI yang meliputi Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Purwakarta hingga tingkat DPC. Sejumlah anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota dari wilayah Dapil 7 juga turut hadir.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa yang dirilis pada Sabtu (21/2/2026).
