Membeli mobil bekas sering menjadi pilihan menarik karena harganya yang lebih terjangkau. Namun, calon pembeli perlu ekstra waspada terhadap unit yang pernah mengalami tabrakan, terutama jika kerusakannya cukup parah.
Berbagai tips untuk menghindari mobil bekas tabrakan telah banyak beredar, mulai dari mengecek riwayat servis hingga melakukan test drive. Namun, ada beberapa ciri cepat yang bisa dikenali bahkan oleh orang awam tanpa alat khusus.
Indikator Awal dari Kap Mesin
Menurut pemilik jasa inspeksi kendaraan PT Inspector Indonesia Expert, Lukman Hakim, pemeriksaan pertama dapat dimulai dari bagian kap mesin. Ia menjelaskan bahwa baut kap mesin bisa menjadi penanda sederhana.
“Bisa dilihat dari baut kap mesin. Kalau bautnya sudah pernah dibuka, itu jadi penanda sederhana bahwa kap mesin pernah dilepas, entah untuk perbaikan atau proses turun mesin,” kata Hakim kepada Kompas.com, Selasa (24/2/2026).
Baut kap mesin bawaan pabrik umumnya terlihat rapi, presisi, dan catnya masih utuh. Jika ditemukan bekas kunci, cat mengelupas di sekitar baut, atau posisinya tidak lagi simetris, hal tersebut patut dicurigai.
Selain itu, sealer atau perekat di bagian dalam kap juga bisa menjadi petunjuk penting. Pada mobil yang masih orisinal, sealer biasanya terlihat rata dan konsisten.
“Kalau baut pernah dibuka lalu diimbangi dengan sealer kap yang sudah bekas perbaikan (ex repair), sekitar 85 persen bisa dikatakan mobil tersebut pernah mengalami tabrakan depan,” ujar Hakim.
Mencermati Celah Antar Panel Bodi
Selain area depan, Hakim juga menyarankan untuk memperhatikan celah antar panel bodi. Ini termasuk celah antara kap mesin dan fender, pintu dengan bodi, serta bagasi belakang.
Mobil yang tidak pernah mengalami benturan umumnya memiliki jarak panel yang seragam antara sisi kiri dan kanan. Jika ada perbedaan mencolok, hal tersebut perlu diwaspadai.
“Perhatikan juga celah di setiap panel bodi. Jika ada perbedaan yang signifikan dan tidak rata, sebaiknya dilakukan pengecekan lebih lanjut, terutama pada bagian struktur dan rangka kendaraan,” tambah Hakim.
Pentingnya Pemeriksaan Lanjutan
Meskipun temuan-temuan awal ini sangat membantu, Hakim menegaskan bahwa hal tersebut sebaiknya tidak langsung dijadikan vonis akhir. Pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan, khususnya pada bagian struktur dan rangka kendaraan.
Kerusakan di area struktur dan rangka dapat berdampak serius pada keamanan saat berkendara, sehingga validasi lebih lanjut oleh ahli sangat disarankan.
Informasi lengkap mengenai tips identifikasi mobil bekas tabrakan ini disampaikan oleh Lukman Hakim dari PT Inspector Indonesia Expert pada Selasa, 24 Februari 2026.
