Teknologi

Waspada! Ungkap Tiga Izin Aplikasi Android yang Diam-diam Menguras Daya Baterai Ponsel Anda

Advertisement

Aplikasi Android kini wajib meminta izin sebelum mengakses berbagai fitur di ponsel, mulai dari galeri foto hingga pelacakan lokasi. Namun, tidak semua izin memiliki dampak yang sama terhadap kinerja perangkat, bahkan beberapa di antaranya dapat membuat baterai lebih cepat terkuras tanpa disadari pengguna.

Izin Aplikasi Android dan Dampaknya pada Daya Baterai

Di masa lalu, aplikasi Android dapat mengakses banyak data tanpa persetujuan khusus. Kini, sistem perizinan memang lebih ketat, tetapi permintaan izin yang berulang kali sering membuat pengguna asal menekan tombol “Izinkan”. Padahal, selain berisiko terhadap privasi dan keamanan, sejumlah izin tertentu berdampak langsung pada konsumsi daya dan performa ponsel.

Secara umum, Android menyediakan berbagai kategori izin seperti akses kamera, mikrofon, lokasi, kontak, SMS, penyimpanan file, hingga aktivitas fisik. Izin-izin ini biasanya aktif saat aplikasi digunakan. Namun, izin yang memungkinkan aplikasi berjalan terus-menerus di latar belakang menjadi penyebab utama daya cepat habis. Pengguna dapat melihat daftar izin yang sudah diberikan melalui Settings > Permission Manager di perangkat Android.

Akses Lokasi: Pelacak Daya Baterai Tersembunyi

Izin lokasi termasuk salah satu yang paling menguras daya, terutama jika pengguna memilih opsi “Precise location” dan “Allow all the time.” Opsi “Precise location” memanfaatkan GPS, Bluetooth, WiFi, dan berbagai sensor untuk menentukan posisi secara akurat, yang membutuhkan daya lebih besar dibanding opsi “Approximate location” yang hanya mengandalkan koneksi internet.

Sementara itu, opsi “Allow all the time” memungkinkan aplikasi terus mengakses lokasi, bahkan saat tidak sedang digunakan. Beberapa aplikasi seperti Google Maps untuk navigasi atau widget cuaca memang membutuhkan akses ini. Namun, banyak aplikasi lain sebenarnya cukup diberi izin “Allow only while using the app” untuk menghemat daya baterai, sebagaimana dilansir dari laman How To Geek.

Nearby Devices: Pemindaian Latar Belakang yang Menguras Energi

Izin “Nearby Devices” memungkinkan aplikasi memindai perangkat di sekitar, seperti headphone nirkabel, smartwatch, router, smart plug, hingga speaker pintar. Proses pemindaian ini dapat terus berjalan di latar belakang meskipun Bluetooth dimatikan.

Advertisement

Pemindaian yang terus-menerus inilah yang berpotensi menguras baterai, bahkan jika tidak ada perangkat yang benar-benar terhubung. Banyak pengguna tidak menyadari bahwa cukup banyak aplikasi memiliki izin ini aktif, sehingga tanpa disadari berkontribusi pada penurunan daya baterai.

Aktivitas Latar Belakang: Mengelola Konsumsi Daya Aplikasi

Secara default, Android mengizinkan aplikasi berjalan di latar belakang agar multitasking tetap lancar. Namun, tidak semua aplikasi perlu aktif terus-menerus. Pengguna dapat membatasi aktivitas ini untuk menghemat daya.

Pada perangkat Google Pixel dan sebagian besar Android, langkahnya adalah membuka Settings > Apps > pilih aplikasi > masuk ke App battery usage > lalu nonaktifkan opsi Allow background usage. Sementara itu, untuk perangkat Samsung Galaxy, pengguna dapat membuka Settings > Battery > Background usage limits > lalu menambahkan aplikasi ke daftar Deep sleeping apps.

Dengan membatasi aktivitas latar belakang, aplikasi akan berhenti berjalan saat tidak digunakan, sehingga konsumsi daya dapat ditekan. Meskipun dampak penghematan baterai akan berbeda pada setiap perangkat tergantung jumlah aplikasi yang aktif, mengevaluasi ulang izin aplikasi tetap merupakan langkah bijak untuk menjaga daya tahan baterai ponsel.

Informasi lengkap mengenai dampak izin aplikasi terhadap konsumsi daya baterai ini disampaikan berdasarkan analisis teknis dan panduan dari laman How To Geek.

Advertisement