Menjelang musim mudik Lebaran, permintaan mobil bekas biasanya melonjak tinggi. Banyak keluarga memilih kendaraan seken karena harganya lebih terjangkau dan dapat langsung digunakan untuk perjalanan jauh. Namun, di tengah tingginya transaksi, calon pembeli diimbau untuk lebih waspada, terutama terhadap mobil yang pernah mengalami tabrakan berat yang berpotensi mengubah struktur kendaraan.
Waspada Mobil Bekas Tabrakan Berat Jelang Mudik
Fenomena peningkatan pembelian mobil bekas jelang mudik Lebaran menjadi perhatian. Inspektor mobil dari Autospector, Fernandes, mengingatkan bahwa tidak semua bekas kecelakaan bisa dianggap sepele. Ia menekankan adanya perbedaan signifikan antara tabrakan ringan dan tabrakan skala besar yang berdampak langsung pada struktur kendaraan.
Perbedaan Tabrakan Ringan dan Berat Menurut Ahli
Fernandes menjelaskan, tabrakan besar bukan sekadar bumper penyok atau kap mesin ringsek. “Kalau sudah mengganggu struktur seperti panel cowl atau apron, itu berisiko karena fungsi kendaraan bisa berubah dan tidak akan kembali presisi seperti semula,” ujar Fernandes kepada Kompas.com pada Selasa, 24 Februari 2026.
Titik Krusial pada Tabrakan Depan
Pada kasus tabrakan depan yang tergolong berat, pembeli harus memperhatikan panel cowl, yaitu bagian pemisah antara ruang mesin dan kabin. Jika bagian ini terdorong, hal itu mengindikasikan benturan yang sangat keras hingga mesin berpotensi bergeser ke belakang. Dampaknya tidak hanya pada estetika, tetapi juga dapat memengaruhi dudukan mesin dan stabilitas kendaraan secara permanen.
Selain itu, bagian apron atau dudukan sokbreker juga menjadi titik krusial. Fernandes menambahkan, bila apron pernah diperbaiki akibat benturan keras, sudut kaki-kaki mobil bisa berubah. “Kalau dudukannya sudah bergeser, mau spooring seperti apa pun biasanya tidak akan benar-benar presisi. Mobil bisa terasa limbung saat dipakai jalan,” kata dia.
Dampak Tabrakan Samping dan Belakang
Untuk tabrakan samping, Fernandes menyarankan calon pembeli memeriksa pilar A, pilar B, dan pilar C/D. Bekas perbaikan pada pilar umumnya terlihat dari kelingan yang tidak lagi simetris, adanya bekas las, atau dempul tebal. Efeknya dapat terasa dalam penggunaan harian, seperti pintu yang tidak presisi, kabin bocor saat hujan deras, hingga muncul suara angin saat mobil melaju kencang.
Sementara itu, tabrakan belakang umumnya tidak selalu masuk kategori berat selama tidak merusak struktur utama. Namun, ruang bagasi dan dudukan ban serep tetap perlu dicek untuk memastikan tidak ada bekas perbaikan besar yang tersembunyi.
Tips Pemeriksaan Mandiri dan Profesional
Fernandes juga menyarankan penggunaan alat pengukur ketebalan cat untuk memastikan ada tidaknya dempul tebal pada bodi. Pada mobil dengan cat orisinal pabrik, angka ketebalan biasanya konsisten dan relatif rendah. Jika ditemukan angka jauh lebih tinggi di salah satu sisi, ada kemungkinan bagian tersebut pernah diperbaiki secara signifikan.
Oleh karena itu, jelang musim mudik, pembeli disarankan tidak hanya tergiur tampilan luar yang masih mulus. Pemeriksaan struktur rangka dan titik-titik krusial menjadi hal penting agar mobil yang dibeli benar-benar aman dan nyaman digunakan untuk perjalanan jarak jauh bersama keluarga.
Informasi lengkap mengenai risiko pembelian mobil bekas tabrakan berat ini disampaikan melalui pernyataan resmi Fernandes, inspektor mobil dari Autospector, yang dirilis pada Selasa, 24 Februari 2026.
