Arsenal menghadapi dilema finansial serius meskipun tampil gemilang di lapangan hijau. Klub Liga Inggris ini dikabarkan mempertimbangkan penjualan sejumlah bintang utama, termasuk kapten Martin Odegaard, demi mematuhi regulasi Financial Fair Play (FFP) menjelang bursa transfer musim panas 2026. Langkah ekstrem ini menyusul belanja besar-besaran pada musim panas 2025 yang membebani neraca keuangan klub.
Beban Finansial di Balik Gemilangnya Performa
Arsenal, yang kini memuncaki klasemen sementara Liga Inggris dan melaju ke babak 16 besar Liga Champions musim 2025-2026, harus menanggung beban fiskal yang berat. Komitmen transfer mencapai 268 juta poundsterling (sekitar Rp 6 triliun) pada musim panas 2025, saat delapan pemain baru didatangkan, termasuk Eberechi Eze, Viktor Gyokeres, dan Martin Zubimendi.
Selain itu, kewajiban penebusan Piero Hincapie dari Bayer Leverkusen senilai 45 juta poundsterling (sekitar Rp 1 triliun) turut membengkak tagihan gaji pemain secara signifikan. Kondisi ini memaksa Direktur Olahraga Andrea Berta untuk mencari solusi dengan mengidentifikasi pemain yang berpotensi menghasilkan keuntungan penjualan tertinggi.
Daftar Bintang yang Berpotensi Dilepas
Berdasarkan laporan The Telegraph, diskusi internal klub telah mengarah pada pelepasan beberapa pilar penting. Kapten tim, Martin Odegaard, menjadi salah satu nama besar yang dipertimbangkan untuk dijual.
Selain Odegaard, Gabriel Martinelli dan Ben White juga masuk dalam daftar kandidat kuat untuk dilego. Martinelli, yang didatangkan pada 2019 dengan harga ekonomis, memiliki nilai buku yang rendah sehingga penjualannya akan memberikan keuntungan bersih yang substansial bagi profitabilitas klub di Premier League.
Kai Havertz juga menghadapi situasi krusial terkait masa depan kontraknya. Manajemen Arsenal perlu segera memutuskan apakah akan memperpanjang masa bakti Havertz atau melepasnya selagi masih memiliki nilai tawar di pasar transfer.
Dua talenta muda lulusan akademi, Ethan Nwaneri dan Myles Lewis-Skelly, juga tidak luput dari daftar jual. Penjualan pemain binaan sendiri dianggap sangat membantu dalam memenuhi kepatuhan kendali biaya UEFA, meskipun berisiko kehilangan aset masa depan klub.
Masa Depan Mikel Arteta dan Urgensi Penjualan
Di tengah upaya perampingan skuad, masa depan manajer Mikel Arteta turut menjadi sorotan. Kontrak Arteta akan menyisakan satu tahun pada akhir musim ini, dan keputusan mengenai perpanjangan kontraknya akan segera diambil oleh manajemen.
Seorang narasumber internal mengungkapkan urgensi langkah penjualan ini kepada The Telegraph. “Arsenal harus menjual setidaknya satu pemain tim utama musim panas ini karena klub tersebut harus mengatasi pengeluaran besar tahun lalu yang telah membantu tim Mikel Arteta berada di puncak klasemen Premier League dengan delapan pertandingan tersisa,” ujarnya.
Meskipun pendapatan klub diprediksi melonjak hingga £690,3 juta berkat performa apik di berbagai kompetisi, pengeluaran agresif di tahun fiskal sebelumnya tetap menuntut adanya arus kas masuk dari aktivitas perdagangan pemain. Para pendukung setia di Stadion Emirates kini menanti siapa saja bintang yang harus angkat kaki demi menjaga stabilitas finansial klub.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui laporan The Telegraph dan pernyataan narasumber internal klub yang dirilis pada awal Maret 2026.
