Opsi Judul:
- Gaya Hard News: Fenomena Astronomi: Bintang M31-2014-DS1 Gagal Supernova dan Runtuh Jadi Lubang Hitam
- Gaya Tokoh: Kishalay De Ungkap Misteri Hilangnya Bintang Raksasa Andromeda yang Menjadi Lubang Hitam
- Gaya SEO: Astronom Temukan Bintang Raksasa yang Hilang Misterius, Ternyata Berubah Jadi Lubang Hitam
Para astronom berhasil menyaksikan secara lengkap fenomena langka sebuah bintang raksasa yang gagal meledak sebagai supernova dan justru runtuh menjadi lubang hitam. Peristiwa yang terjadi pada bintang bernama M31-2014-DS1 ini memberikan gambaran paling jelas mengenai proses transformasi bintang masif yang selama ini hanya dipahami melalui teori.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini memadukan data arsip selama lebih dari satu dekade dengan pengamatan terbaru dari berbagai teleskop darat dan luar angkasa. Hasilnya membuka babak baru dalam memahami misteri asal-usul lubang hitam di alam semesta.
Kronologi Hilangnya Bintang M31-2014-DS1
Bintang yang menjadi pusat perhatian ini terletak di Galaksi Andromeda, tetangga terdekat Bima Sakti, dengan jarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari Bumi. Sejak 2005 hingga 2023, para peneliti menganalisis data dari proyek NEOWISE milik NASA untuk memantau pergerakannya secara intensif.
Para ilmuwan menemukan pola yang tidak biasa pada bintang tersebut. Pada 2014, cahaya inframerah bintang mulai meningkat, namun pada 2016, kecerlangannya meredup drastis dalam waktu kurang dari setahun. Memasuki periode 2022-2023, bintang itu praktis menghilang dari jangkauan cahaya tampak dan inframerah-dekat.
“Bintang ini dulunya salah satu yang paling terang di Andromeda, lalu tiba-tiba tidak terlihat lagi,” ujar Kishalay De, peneliti utama dari Flatiron Institute.
Penyebab Kegagalan Ledakan Supernova
Secara umum, bintang dengan massa sepuluh kali lipat Matahari akan mengakhiri hidupnya dengan ledakan supernova yang dahsyat. Namun, pada kasus M31-2014-DS1, gelombang kejut yang seharusnya menghancurkan lapisan luar bintang gagal mendorong materi keluar akibat kehabisan bahan bakar inti.
Akibat kegagalan tersebut, sebagian besar materi bintang justru jatuh kembali ke pusat dan membentuk lubang hitam. Fenomena ini membuktikan bahwa tidak semua kematian bintang masif diakhiri dengan ledakan cahaya yang spektakuler, melainkan bisa terjadi dalam keheningan kosmik.
Peran Konveksi dalam Pembentukan Lubang Hitam
Temuan penting lainnya adalah peran konveksi, yaitu pergerakan gas akibat perbedaan suhu ekstrem di dalam bintang. Saat inti runtuh, lapisan luar masih bergerak cepat sehingga mencegah seluruh materi jatuh secara langsung ke dalam lubang hitam yang baru terbentuk.
Model teoretis menunjukkan bahwa materi yang tertahan membentuk orbit di sekitar lubang hitam, sementara lapisan terluar mendingin menjadi debu kosmik. Proses ini membuat bintang tampak tetap memancarkan cahaya inframerah selama bertahun-tahun meskipun sudah tidak terlihat secara visual oleh teleskop biasa.
Klasifikasi Baru: Supernova yang Gagal
Kasus ini membawa para ilmuwan pada klasifikasi fenomena kosmik baru yang disebut failed supernova. Selain M31-2014-DS1, tim peneliti juga meninjau ulang bintang NGC 6946-BH1 yang memiliki pola serupa sebagai kandidat kuat dalam kategori supernova yang gagal meledak.
Penemuan ini sangat krusial untuk menjawab pertanyaan besar dalam astrofisika mengenai alasan di balik perbedaan akhir hidup bintang masif. Dengan bantuan James Webb Space Telescope (JWST), para astronom berencana terus memantau evolusi objek ini selama beberapa dekade ke depan guna memahami sisa materi yang masih mengorbit.
