PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) bersiap menetapkan besaran dividen untuk tahun buku 2025 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026. Keputusan final mengenai distribusi keuntungan tersebut akan bergantung sepenuhnya pada persetujuan para pemegang saham dalam forum tersebut.
Mekanisme dan Proyeksi Rasio Dividen
Wakil Direktur Utama Bank Danamon, Honggo Widjojo Kangmasto, menjelaskan bahwa angka pasti dividen belum dapat diumumkan sebelum RUPST digelar. Meski demikian, ia memberikan gambaran mengenai kebijakan dividen perseroan yang selama ini konsisten diterapkan.
“Ini tentunya tidak bisa dijawab secara eksak karena tentunya kita menunggu hasil RUPS,” ujar Honggo dalam paparan kinerja keuangan yang dilakukan secara virtual pada Kamis (19/2/2026). Ia menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Bank Danamon rutin mengalokasikan sekitar 35 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebagai dividen.
Pertumbuhan Laba Bersih dan Kinerja Operasional
Sepanjang tahun buku 2025, Bank Danamon berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 4 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 14 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
Chief Financial Officer Danamon, Theresia Adriana, mengungkapkan bahwa pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional dan efisiensi biaya. Selain itu, laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) tercatat mencapai Rp 9,6 triliun, tumbuh 4 persen secara tahunan.
Berikut adalah ringkasan kinerja keuangan Bank Danamon tahun buku 2025:
| Indikator Keuangan | Nilai (2025) | Pertumbuhan (YoY) |
| Laba Bersih Konsolidasian | Rp 4 Triliun | 14% |
| PPOP | Rp 9,6 Triliun | 4% |
| Biaya Kredit (Cost of Credit) | – | Membaik 10% |
Dampak Penggabungan Usaha dan Kualitas Aset
Kinerja positif ini juga dipengaruhi oleh langkah strategis perusahaan, termasuk penggabungan usaha antara Mandala Multifinance dan Adira Finance yang telah efektif sejak Oktober 2025. Integrasi ini memperkuat ekosistem bisnis Danamon di sektor pembiayaan.
Theresia menambahkan bahwa kualitas aset tetap terjaga dengan perbaikan biaya kredit sebesar 10 persen secara tahunan. Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2024, Danamon membagikan dividen tunai senilai Rp 113,85 per saham atau total Rp 1,1 triliun, yang merepresentasikan 35 persen dari laba bersih saat itu sebesar Rp 3,2 triliun.
Informasi mengenai rencana pembagian dividen dan laporan kinerja keuangan ini merujuk pada pernyataan resmi manajemen PT Bank Danamon Indonesia Tbk. dalam paparan publik yang dirilis pada 19 Februari 2026.
