Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi membuka kesempatan bagi peneliti Indonesia untuk melakukan riset kolaborasi dengan mitra mancanegara. Program ini dijalankan melalui skema Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kolaborasi Internasional guna memperkuat kapasitas riset nasional dan mendorong dampak pembangunan melalui sinergi global.
Skema Kolaborasi Bilateral dan Multilateral
Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono, menjelaskan bahwa kolaborasi riset ini mencakup skema bilateral dan multilateral. Untuk jalur bilateral, kerja sama saat ini telah terjalin dengan sejumlah negara strategis di berbagai kawasan.
“Kami punya banyak kolaborasi, baik itu bilateral maupun multilateral. Kalau bilateral saat ini dengan negara Malaysia, kemudian Cina, Jepang, Turki, Australia,” ujar Agus dalam jumpa pers di Gedung BRIN, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).
Selain itu, pada jalur multilateral, Indonesia bergabung dengan negara-negara di Asia Timur serta Belmont Forum yang melibatkan anggota G20. BRIN juga menjalin kemitraan pendanaan multilateral dengan negara-negara di Uni Eropa untuk memperluas jangkauan riset peneliti tanah air.
Total Anggaran dan Mitra Pendanaan
Hingga saat ini, terdapat 130 proyek kolaborasi internasional yang telah didanai dengan total anggaran mencapai Rp 190 miliar. Program ini melibatkan 20 mitra pendanaan dari dalam dan luar negeri untuk memastikan keberlanjutan proyek riset.
Beberapa mitra internasional yang terlibat dalam skema ini meliputi:
- Japan Science and Technology Agency (JST) dari Jepang.
- Malaysian Industry-Government Group for High Technology (MIGHT) dari Malaysia.
- Ministry of Science and Technology (MOST) dari China.
Agus menambahkan bahwa penentuan topik riset didasarkan pada kepentingan kedua belah pihak. Setelah kesepakatan tercapai, skema tersebut akan dikompetisikan secara nasional di masing-masing negara sebelum dilakukan proses pencocokan hasil seleksi akhir.
Dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut hadir sebagai mitra pendanaan dalam negeri. Kepala Subdivisi Kerja Sama Pendanaan Riset LPDP, Najib Husein, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pendanaan riset secara berkelanjutan.
“Kami akan senantiasa mendukung, selalu berkomitmen tidak hanya sampai tahun ini. Semoga ini nanti akan selalu bertambah sehingga nanti untuk mendukung pendanaan riset,” kata Najib.
Informasi lengkap mengenai mekanisme pendaftaran dan persyaratan teknis dapat diakses oleh para peneliti melalui laman resmi pendanaan-risnov.brin.go.id.
