Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Danantara resmi membuka pendaftaran program Mudik Gratis 2026 bertajuk Mudik Aman, Berbagi Harapan. Program tahunan ini menargetkan sebanyak 100.000 pemudik untuk pulang ke kampung halaman menggunakan berbagai moda transportasi darat dan laut.
Jadwal Pendaftaran dan Target Peserta
Pendaftaran telah dibuka sejak 12 Februari hingga 28 Februari 2026 melalui kanal resmi masing-masing perusahaan. Namun, masyarakat diimbau untuk segera mendaftar karena kuota dapat ditutup lebih cepat apabila telah terpenuhi. Khusus untuk PT Bio Farma (Persero), masa pendaftaran berlangsung lebih singkat yakni pada 12 hingga 20 Februari 2026.
Berikut adalah rincian target peserta berdasarkan moda transportasi yang disediakan:
| Moda Transportasi | Target Peserta | Jumlah Armada |
| Bus | Lebih dari 63.000 | 1.300 Unit |
| Kereta Api | 32.915 | 94 Rangkaian |
| Kapal Laut | Lebih dari 5.000 | 41 Kapal |
Daftar BUMN Penyelenggara dan Rute Perjalanan
Sejumlah perusahaan pelat merah turut berpartisipasi dalam menyediakan rute mudik tahun ini. PT Pupuk Kujang menyediakan rute dari Cikampek menuju sejumlah kota di Jawa Barat seperti Kuningan, Pangandaran, Tasikmalaya, dan Majalengka.
PT Bio Farma (Persero) menyiapkan 11 unit bus dengan titik keberangkatan dari Bandung dan Jakarta. Rute yang tersedia mencakup jalur utara menuju Semarang dan Surabaya, serta jalur selatan melintasi Cilacap hingga berakhir di Terminal Giwangan, Yogyakarta.
PT ASDP Indonesia Ferry juga menyediakan layanan di wilayah Jakarta, Banda Aceh, dan Singkil. Keberangkatan dari Jakarta menuju Bandar Lampung dijadwalkan pada 17 Maret 2026, sementara wilayah Aceh melayani rute Ulee Lheue ke Balohan pada 18 Maret 2026.
Prosedur Pendaftaran Mudik Gratis
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui platform resmi masing-masing BUMN. Calon peserta diwajibkan mengisi formulir data identitas, memilih rute serta jadwal keberangkatan, dan mengunggah dokumen pendukung yang diperlukan.
Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas dan meningkatkan keselamatan masyarakat selama masa Lebaran. Dengan kuota yang besar, diharapkan risiko kecelakaan akibat penggunaan kendaraan pribadi jarak jauh dapat ditekan secara signifikan.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi BUMN yang dirilis melalui akun media sosial resmi dan situs perusahaan penyelenggara pada Februari 2026.
