PT Pertamina (Persero) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Halliburton Indonesia dalam upaya pemulihan lapangan minyak (oilfield recovery). Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Washington D.C., Amerika Serikat, pada Rabu (18/2/2026).
Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari 11 nota kesepahaman investasi yang disepakati dalam ajang Indonesia–US Business Summit di U.S. Chamber of Commerce. Langkah ini menjadi bukti nyata penguatan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya pada sektor energi untuk mendukung kedaulatan nasional.
Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-AS
Dalam momentum US-Indonesia Exclusive Business Roundtable, Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimismenya terhadap hubungan bilateral kedua negara. Ia menegaskan bahwa pemerintah membawa agenda strategis untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan besar yang telah dinegosiasikan secara intensif selama beberapa bulan terakhir.
“Saya berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara. Kita telah bernegosiasi sangat intens dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujar Presiden Prabowo. Ia berharap perjanjian ini menjadi pendorong utama bagi kelanjutan kemitraan ekonomi kedua negara.
Optimalisasi Produksi dan Teknologi EOR
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Halliburton bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi melalui optimalisasi produksi migas dalam negeri. Fokus utamanya adalah memaksimalkan potensi lapangan migas yang telah mengalami penurunan produksi secara alami (natural decline).
- Penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk meningkatkan cadangan.
- Transfer teknologi dan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM).
- Implementasi solusi pengeboran yang lebih efisien dan berkelanjutan.
- Penerapan praktik operasional dengan standar global.
Simon menambahkan bahwa sinergi dengan mitra internasional bereputasi akan mempercepat transformasi hulu Pertamina. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan lifting nasional serta memastikan ketersediaan energi yang stabil bagi masyarakat dan sektor industri di tanah air.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Pertamina yang dirilis pada Jumat, 20 Februari 2026.
