Olahraga

Eks Presiden FIFA Sepp Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat Karena Isu Keamanan

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap aksi boikot Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Langkah ini dipicu oleh kebijakan kontroversial Presiden Donald Trump serta kekhawatiran mendalam mengenai stabilitas keamanan bagi para penggemar sepak bola internasional yang akan berkunjung.

Kebijakan Imigrasi dan Ketegangan Diplomatik

Amerika Serikat dijadwalkan menjadi tuan rumah utama turnamen empat tahunan tersebut pada Juni hingga Juli 2026 mendatang. Meski Kanada dan Meksiko turut berpartisipasi sebagai tuan rumah, mayoritas pertandingan akan digelar di wilayah AS. Namun, kelayakan AS kini dipertanyakan setelah pemerintah memberlakukan larangan masuk bagi turis dari sejumlah negara yang telah dipastikan lolos kualifikasi, termasuk Haiti, Iran, Pantai Gading, dan Senegal.

Selain masalah imigrasi, ketegangan diplomatik juga meningkat akibat niat AS untuk mencaplok Greenland dari Denmark, yang memicu kemarahan tokoh-tokoh di Eropa. Kondisi ini diperburuk dengan sentimen pemerintah terhadap pendatang serta tindakan Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) bersama Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) yang dinilai brutal dalam menangani imigran maupun demonstran di era kepemimpinan Trump.

Peringatan Keamanan bagi Penggemar

Mark Pieth, seorang pengacara asal Swiss yang ahli dalam kasus kejahatan kerah putih, memberikan peringatan keras kepada para pendukung sepak bola. Dalam wawancaranya dengan harian Der Bund, Pieth menyarankan agar penggemar menyaksikan turnamen melalui televisi demi alasan keamanan. Berdasarkan data, sejak tahun 2025 hingga Januari 2026, telah terjadi 28 insiden penembakan yang menewaskan delapan orang, termasuk dua korban jiwa di Minneapolis pada bulan ini.

“Jika kita mempertimbangkan semua yang telah kita diskusikan, hanya ada satu nasihat untuk para fan: Jauhi AS! Anda akan lebih mudah menontonnya di TV,” ujar Pieth.

Pieth juga menambahkan bahwa para penggemar harus bersiap menghadapi risiko deportasi jika dianggap tidak menyenangkan oleh petugas keamanan setempat. Melalui media sosial, Sepp Blatter mengonfirmasi kesetujuannya terhadap pernyataan tersebut dengan menyebut bahwa Mark Pieth benar dalam mempertanyakan penyelenggaraan Piala Dunia kali ini.

Kontroversi Harga Tiket yang Melambung

Selain isu keamanan, Piala Dunia 2026 juga menuai kritik tajam akibat penerapan sistem harga dinamis pada penjualan tiket. Sistem ini menyebabkan harga tiket meroket sesuai dengan tingginya minat pasar. Saat ini, harga tiket untuk laga final kategori 1 dilaporkan telah menyentuh angka Rp145,8 juta.

Menanggapi keluhan tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino berkilah bahwa tingginya harga disebabkan oleh praktik penjualan kembali oleh pemilik tiket demi mencari keuntungan. Infantino menegaskan bahwa antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk merayakan sepak bola bersama. Informasi resmi mengenai perkembangan turnamen dan pernyataan lanjutan dapat dipantau melalui kanal komunikasi resmi FIFA.