Teknologi

Elon Musk Bantah Rumor HP Starlink dan Ungkap Rencana Besar SpaceX Bangun Data Center AI

Advertisement

Elon Musk secara resmi membantah rumor yang menyebutkan bahwa perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, tengah mengembangkan perangkat telepon seluler atau HP Starlink. Penegasan ini mengakhiri spekulasi publik mengenai kehadiran ponsel pintar yang mampu terkoneksi langsung dengan layanan internet satelit tersebut.

Bantahan Resmi Elon Musk Terkait HP Starlink

Musk memberikan klarifikasi melalui akun X pribadinya, @elonmusk, untuk merespons unggahan yang membahas laporan media mengenai pengembangan smartphone oleh SpaceX. “Kami tidak sedang mengembangkan ponsel,” tulis Musk singkat dalam menanggapi kabar yang beredar luas tersebut.

Sebelumnya, desas-desus ini mencuat setelah laporan Reuters mengutip pernyataan tiga sumber internal perusahaan. Laporan tersebut mengeklaim bahwa SpaceX berencana membangun ponsel untuk menyaingi smartphone mainstream sebagai bagian dari rencana pembangunan pusat data di luar angkasa yang telah dicanangkan selama bertahun-tahun.

Visi Perangkat Masa Depan SpaceX

Meski membantah proyek yang sedang berjalan, Musk menyatakan bahwa pengembangan ponsel oleh SpaceX bukanlah hal yang mustahil di masa depan. Namun, ia menekankan bahwa perangkat tersebut harus memiliki spesifikasi yang jauh berbeda dari ponsel yang beredar di masyarakat saat ini.

Ketimbang mengikuti tren pasar smartphone konvensional, ponsel SpaceX nantinya akan dioptimalkan khusus untuk menjalankan neural network. Perangkat tersebut dirancang untuk memiliki rasio performa per watt yang maksimal guna mendukung integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang lebih mendalam.

Advertisement

Akuisisi xAI dan Pusat Data Luar Angkasa

Langkah strategis SpaceX saat ini justru berfokus pada integrasi teknologi melalui akuisisi startup AI, xAI. Penggabungan yang diumumkan pada Senin (2/2/2026) ini dimaksudkan sebagai fondasi ekosistem teknologi paling terintegrasi antara Bumi dan luar angkasa.

Musk menjelaskan bahwa tujuan utama penggabungan ini adalah mendukung rencana besar membangun pusat data AI berbasis orbit. Hal ini didorong oleh lonjakan kebutuhan listrik global untuk operasional AI yang dianggap tidak lagi realistis jika hanya mengandalkan solusi di Bumi.

“Permintaan energi untuk AI secara global tidak bisa dipenuhi dengan solusi terestrial,” ungkap Musk. Ia menyebut bahwa memindahkan infrastruktur yang boros sumber daya ke luar angkasa adalah satu-satunya solusi logis jangka panjang karena ketersediaan ruang dan energi yang sangat besar.

Informasi lengkap mengenai perkembangan teknologi dan kebijakan strategis ini disampaikan melalui pernyataan resmi SpaceX dan unggahan langsung Elon Musk pada Februari 2026.

Advertisement