Elon Musk secara resmi membantah laporan yang menyebut SpaceX tengah mengembangkan smartphone yang terhubung langsung dengan layanan internet satelit Starlink. Pernyataan ini muncul setelah beredarnya kabar dari sumber internal yang mengklaim perusahaan antariksa tersebut berencana memproduksi perangkat seluler untuk menyaingi pasar ponsel pintar global.
Bantahan Elon Musk Terkait Ponsel Starlink
Melalui akun X pribadinya, Musk menegaskan bahwa SpaceX tidak sedang dalam proses pengembangan perangkat seluler. “Kami tidak sedang mengembangkan ponsel,” tulis Musk pada 5 Februari 2026, menanggapi unggahan yang merujuk pada laporan media mengenai proyek rahasia tersebut.
Meski memberikan bantahan, Musk sebelumnya sempat menyatakan bahwa pengembangan ponsel oleh SpaceX bukan hal yang mustahil. Namun, ia menekankan bahwa perangkat tersebut harus memiliki spesifikasi yang sangat berbeda dari ponsel yang ada di masyarakat saat ini, terutama dalam hal efisiensi dan integrasi teknologi.
Fokus pada Neural Network dan Efisiensi Energi
Ketimbang memproduksi smartphone arus utama, Musk menjelaskan bahwa perangkat yang mungkin dikembangkan perusahaan di masa depan akan dioptimalkan khusus untuk menjalankan neural network. Fokus utamanya adalah mencapai rasio performa per watt yang maksimal untuk mendukung pemrosesan data tingkat tinggi.
Visi ini sejalan dengan ambisi Musk untuk menciptakan ekosistem teknologi yang lebih efisien. Ia menilai bahwa perangkat masa depan harus mampu menangani beban kerja kecerdasan buatan tanpa mengonsumsi daya yang berlebihan, sebuah tantangan yang saat ini masih dihadapi oleh industri teknologi global.
Strategi Akuisisi xAI dan Data Center Luar Angkasa
Pada Senin, 2 Februari 2026, SpaceX secara resmi mengumumkan akuisisi terhadap startup AI milik Musk, xAI. Langkah strategis ini bertujuan membentuk mesin inovasi vertikal yang mengintegrasikan AI, roket, dan internet berbasis satelit. Musk menyebut penggabungan ini sebagai fondasi untuk membangun pusat data AI di orbit luar angkasa.
Keputusan memindahkan pusat data ke luar angkasa didorong oleh lonjakan kebutuhan listrik global untuk mengoperasikan AI yang dianggap tidak lagi realistis jika hanya mengandalkan solusi di Bumi. Musk menyatakan bahwa ruang angkasa menyediakan pasokan energi dan area yang sangat besar untuk mendukung infrastruktur digital masa depan.
Informasi lengkap mengenai perkembangan proyek SpaceX dan xAI ini disampaikan melalui pernyataan resmi perusahaan dan unggahan publik Elon Musk di platform media sosial X.
