Teknologi

Elon Musk Cetak Rekor Kekayaan Rp 14.314 Triliun, Jadi Satu-satunya Bos Roket, AI, dan Media Sosial

Advertisement

Elon Musk mencatatkan rekor sejarah sebagai orang pertama di dunia dengan total kekayaan menembus angka 852 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14.314 triliun. Lonjakan kekayaan ini terjadi setelah SpaceX, perusahaan kedirgantaraan miliknya, resmi mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan xAI pada awal Februari 2026.

Integrasi Teknologi Roket, AI, dan Media Sosial

Langkah akuisisi xAI oleh SpaceX menandai terciptanya ekosistem teknologi paling terintegrasi di dunia. Sebelumnya, xAI telah diintegrasikan dengan platform media sosial X (dahulu Twitter). Dengan struktur baru ini, Musk menyatukan teknologi roket SpaceX, jaringan internet Starlink, kecerdasan buatan xAI, dan platform komunikasi X dalam satu kendali.

Musk menjelaskan bahwa penggabungan ini bertujuan membangun pusat data AI berbasis luar angkasa guna mengatasi lonjakan kebutuhan listrik global. Berdasarkan data Forbes, entitas gabungan SpaceX dan xAI kini memiliki valuasi mencapai 1,25 triliun dollar AS, di mana Musk memegang sekitar 43 persen saham perusahaan tersebut.

Dominasi di Lima Perusahaan Lintas Sektor

Hingga saat ini, Elon Musk aktif mengendalikan lima perusahaan besar dengan valuasi miliaran hingga triliunan dollar AS. Kemampuan mengelola berbagai entitas skala besar secara bersamaan menjadi salah satu faktor utama yang menempatkan namanya sebagai tokoh teknologi paling berpengaruh di kancah global.

Advertisement

PerusahaanValuasi (Dollar AS)Estimasi Nilai (Rupiah)
Tesla1,523 TriliunRp 25.670,9 Triliun
SpaceX800 MiliarRp 13.484,4 Triliun
xAI230 MiliarRp 3.876,7 Triliun
Neuralink10 MiliarRp 168,5 Triliun
The Boring Company7 MiliarRp 117,9 Triliun

Target Produksi Massal Chip Otak Neuralink

Di sektor neuroteknologi, Musk melalui Neuralink terus mendorong pengembangan brain-computer interface (BCI) bernama “the Link”. Teknologi ini memungkinkan individu dengan gangguan saraf untuk mengoperasikan perangkat digital hanya melalui pikiran. Hingga September 2025, tercatat 12 pasien telah menggunakan implan ini secara aktif.

Memasuki tahun 2026, Musk mengumumkan rencana produksi massal perangkat Neuralink dengan target menjangkau lebih dari 1.000 pasien. Salah satu pengguna pertama, Noland Arbaugh, menyatakan bahwa teknologi ini memberikan kembali kemandirian bagi penyandang kelumpuhan total atau quadriplegia.

Informasi mengenai perkembangan bisnis dan kekayaan Elon Musk ini merujuk pada data terbaru Forbes, Crunchbase, serta pernyataan resmi yang dirilis melalui platform X pada Februari 2026.

Advertisement